Sukses Membangun “Lia Homemade” dengan Jargon “Sekali Gigit Lupa Berhenti”

oleh -688 views
Lia dengan produknya di Festival Kuliner Pangan Lokal 2025 yang digelar Dinas Pangan Kabupaten Berau. foto Helda Mildiana Dimensinews.id

TANJUNG REDEB, DIMENSINEWS – Di antara deretan tenda UMKM Festival Kuliner Pangan Lokal 2025 yang digelar Dinas Pangan Kabupaten Berau, mata akan tertuju pada satu stan yang ramai, bertuliskan “Lia Homemade.” Di sana, pemiliknya menyambut setiap pengunjung dengan senyum hangat.

“Silakan, dicicipi,” katanya ramah, menyodorkan piring berisi aneka kuliner kering yang menggugah selera. Ia adalah Katharina Natalia, S.Pd, atau akrab disapa Lia, seorang pendidik yang kini sukses merangkap peran sebagai owner bisnis kuliner kering dari Kampung Sukan Tengah.

Kehadiran Lia dalam berbagai event seperti ini bukan hal baru. Belasan produk andalannya—mulai dari kacang kentucky renyah, kacang mete crispy, kacang ting-ting, teri kacang, kembang goyang, hingga kue jahe—selalu menjadi incaran.

🥇 Dari Dapur Rumah ke Rak Hotel Bintang
Siapa sangka, produk-produk rumahan ini kini telah ‘naik kelas’. Kemasan menarik bertuliskan “Lia Homemade” kini menghiasi rak-rak swalayan besar di Berau (seperti Unggul Mart, Jember Mart, Nano Mart), rumah kemas Basinang dan Batiwakkal, hingga terpajang elegan di etalase hotel bergengsi: Melati, Grand Parama, dan Mercure di Tanjung Redeb. Jangkauan pemasarannya bahkan menembus luar daerah, seperti Toko Jenobora Balikpapan dan Galeri Samarinda.

Lia membocorkan rahasianya bisa menembus pasar ritel dan hotel yang ketat. Bukan hanya soal rasa legit, tapi juga standar profesionalisme.

“Untuk bisa lolos masuk toko dan hotel, kami harus memenuhi standar. Kami sudah mengantongi sertifikat halal, izin BPOM, dan tentunya menjaga cita rasa,” jelas Lia.
Standar mutu inilah yang membuat Lia percaya diri menyematkan tagline andalannya pada setiap kemasan: “Sekali Gigit Lupa Berhenti.” Sebuah janji rasa yang membuat penikmatnya sulit berhenti mengunyah.

🏡 Rumah Produksi di Hari Kartini
Usaha “Lia Homemade” secara resmi berdiri pada Hari Kartini, 21 April 2021. Berdampingan dengan rumah tinggalnya di Jalan Kelimutu Sukan Tengah, Kecamatan Sambaliung, sebuah rumah produksi berukuran 4×8 meter kini menjadi ‘markas’ kreativitasnya.

“Saya memilih Hari Kartini, untuk mengingat dan mengambil hikmah di hari tersebut: semangat wanita untuk bangkit, memacu diri dengan kreasi dan prestasi,” tutur guru SD Negeri 001 Sukan Tengah ini.

🛋️ Bangkit dari Keadaan “Rebahan” COVID-19
Kisah bangkitnya “Lia Homemade” justru berawal dari keterbatasan saat pandemi COVID-19 melanda pada tahun 2021. Pemerintah kala itu mengimbau masyarakat untuk berdiam diri di rumah. Namun, bagi Lia, berdiam diri bukanlah berarti mati akal.

Sebagai seorang guru, ia dituntut mengajar dari rumah. Di sela-sela aktivitas tersebut, hobinya menggoreng kacang muncul. Kacang buatan Lia yang dikemas sederhana mulai dijajakan. Seiring waktu, ia mengikuti pelatihan ketahanan pangan secara daring yang diselenggarakan oleh perusahaan—ia bahkan didaulat sebagai peserta terbaik.

Produk pertamanya, kembang goyang (kue jadul yang sering dipesan warga kampung untuk hajatan), menjadi pelengkap kacang. Tak berhenti di sana, Lia terus mengembangkan hingga lebih dari 10 varian produk, serta berfokus pada pelatihan kemasan yang diakui sangat menentukan daya tarik pembeli.

Kini, “Lia Homemade” telah mencapai titik yang selalu dicari pembeli. Untuk menangani pesanan yang terus berdatangan, Lia memberdayakan dua tetangga sebagai tenaga kerja.

Meskipun pandemi usai dan rutinitas mengajarnya kembali normal, proses produksi tetap berjalan setelah jam sekolah usai. Usaha ini, kata Lia dengan senyum khas, adalah persiapan matang untuk masa depan.

“Ketika saya pensiun sebagai guru, sekitar dua tahun lagi, saya sudah punya kegiatan usaha yang bisa dijalani,” tutupnya, menunjukkan bahwa semangatnya untuk berkreasi dan berprestasi akan terus menyala, baik di ruang kelas maupun di dapur bisnisnya.

(adv/kom25/hel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.