Disbun Kaltim Perkuat Kapasitas SDM Lewat Pelatihan Eksplorasi dan Identifikasi Plasma Nutfah Kopi-Kakao

oleh -199 views

SAMARINDA, DIMENSINEWS – UPTD Pengawasan Benih Perkebunan (PBP) Dinas Perkebunan Kalimantan Timur menggelar pelatihan eksplorasi, identifikasi, penilaian, dan inventarisasi plasma nutfah sebagai upaya memperkuat kapasitas SDM dalam pengelolaan sumber daya genetik tanaman perkebunan. Pelatihan yang berlangsung di Ruang Rapat Camellia, Kantor UPTD PBP Disbun Kaltim, Kamis (6/11/2025), ini menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam pelestarian dan pengembangan komoditas unggulan seperti kopi dan kakao.

Kegiatan dibuka oleh Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perkebunan yang diwakili Kepala UPTD PBP, Eka Rini Elvianti. Ia menekankan bahwa plasma nutfah merupakan aset strategis yang menjadi fondasi pengembangan varietas unggul.

“Keanekaragaman genetik tanaman adalah modal penting dalam perbaikan varietas atau pengembangan varietas unggul baru dengan sifat yang lebih baik seperti peningkatan produktivitas, serta ketahanan terhadap perubahan iklim dan serangan hama penyakit,” ujarnya.

Rini juga menyoroti potensi besar Kalimantan Timur dalam pengembangan kopi dan kakao, dua komoditas bernilai ekonomi tinggi yang terus mendorong pendapatan petani. Menurutnya, pelestarian dan dokumentasi plasma nutfah secara ilmiah menjadi kunci keberhasilan pengembangan komoditas tersebut. Ia berharap peserta mampu meningkatkan keterampilan teknis dalam eksplorasi, identifikasi, serta penilaian karakter tanaman dan berperan dalam membangun basis data plasma nutfah daerah.

“Melalui pelatihan ini, kita tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga menanamkan kesadaran dan memberikan pemahaman akan pentingnya menjaga warisan dan melestarikan sumber daya genetik lokal yang menjadi fondasi perbenihan dan pengembangan perkebunan berkelanjutan yang seiring dengan inovasi teknologi perbenihan,” jelasnya.

Sebagai unit teknis, UPTD PBP disebut Rini memiliki peran strategis bukan hanya dalam pengawasan mutu benih, tetapi juga dalam menjaga kelestarian sumber daya genetik perkebunan. Keseriusan itu ditunjukkan lewat kehadiran dua narasumber utama dari BRIN, yakni Prof. Rubiyo dan Meynarti Sari Dwi Ibrahim, Peneliti Ahli Utama yang berpengalaman di bidang pemuliaan tanaman.

Dalam penyampaiannya, Rubiyo menguraikan materi mengenai eksplorasi dan pemuliaan tanaman kakao. Ia menyebut Indonesia berada di posisi ke-7 produsen kakao dunia.

“Terdapat dua macam varietas Kakao, yaitu varietas lokal dan varietas hasil pemuliaan. Varietas lokal adalah yang telah dibudidayakan secara turun-temurun oleh masyarakat dan menjadi bagian dari kekayaan genetik bangsa, sementara varietas hasil pemuliaan dihasilkan melalui kegiatan riset dan seleksi terarah,” terangnya.

Ia menambahkan bahwa pendaftaran varietas pemuliaan bermanfaat untuk penyediaan database varietas hingga pelestarian melalui perbanyakan tanaman, penyimpanan benih, dan peremajaan.

“Varietas yang terdaftar juga menjadi sumber materi genetik untuk perakitan varietas baru, serta dapat dimanfaatkan sebagai sumber ekonomi masyarakat. Plasma nutfah harus dijaga kelestariannya agar bisa dimanfaatkan secara berkelanjutan,” ujar Rubiyo.

Sementara itu, Meynarti membawakan materi tentang prinsip eksplorasi plasma nutfah dan pemuliaan tanaman kopi. Ia menjelaskan rangkaian kegiatan dalam pengelolaan plasma nutfah mulai dari eksplorasi, inventarisasi, identifikasi, pasporisasi, evaluasi, hingga konservasi.

“Setiap tahap memiliki tujuan yang saling terhubung, mulai dari pencarian dan pengumpulan plasma nutfah di lapangan, pendataan dan dokumentasi ilmiah, hingga pemanfaatan untuk kegiatan seleksi dan perakitan varietas baru yang lebih adaptif dan produktif,” paparnya.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antar lembaga untuk menjaga keberlanjutan konservasi plasma nutfah.

Di akhir pelatihan, Rini menyampaikan harapannya agar materi yang diperoleh peserta dapat diterapkan dalam kegiatan eksplorasi dan pendataan di lapangan.

“Pelestarian plasma nutfah bukan pekerjaan sehari dua hari, melainkan tanggung jawab jangka panjang yang memerlukan sinergi dan komitmen bersama. Dengan pengetahuan dan semangat kolaborasi yang kuat, saya yakin Kalimantan Timur dapat menjadi percontohan nasional dalam konservasi dan pengembangan plasma nutfah tanaman perkebunan, khususnya kopi dan kakao,” pungkasnya.

Melalui pelatihan ini, Disbun Kaltim mempertegas komitmennya dalam mendukung keberlanjutan sektor perkebunan. Penguatan kapasitas SDM dan pendataan sumber daya genetik lokal diharapkan mampu mempercepat pengembangan varietas unggul yang adaptif, produktif, dan berdaya saing tinggi.(ADV/DISKOMINFO KALTIM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.