Peringatkan Bahaya Bullying, Direktur RSJD Atma Husada Desak Sekolah Lebih Siaga

oleh -178 views
Indah Puspita Sari

SAMARINDA, DIMENSINEWS – Direktur RSJD Atma Husada Mahakam, dr. Indah Puspitasari, menyoroti meningkatnya fenomena bullying yang mulai memicu gangguan kesehatan mental di kalangan pelajar.

Ia menilai tekanan psikologis akibat perundungan telah berkembang menjadi ancaman serius bagi generasi muda.

Pada berbagai kasus yang muncul, Indah menemukan banyak siswa menyimpan rasa takut sehingga tidak berani melapor.

“Kita tingkatkan kepedulian bersama demi generasi sehat jiwa, tangguh, dan berakhlak indah,” ujar Indah saat memberi sambutan pada Kamis (13/11/2025).

Isu ini pun ia tekankan dalam Seminar Kesehatan Jiwa yang digelar RSJD AHM di Aula Behempas, Samarinda. Acara yang dihadiri sekitar 170 peserta dari sekolah, dinas, serta tenaga kesehatan itu membahas dampak bullying dan pentingnya regulasi sekolah ramah anak.

Dua narasumber, dr. Nurulita Tunjung Sari dan dr. Fauziah Andriyani, turut memaparkan bahaya gangguan mental remaja serta strategi kebijakan anti-bullying.

Indah menilai agenda edukasi itu penting karena sebagian sekolah masih belum memiliki prosedur jelas ketika terjadi perundungan.

Ia menekankan bahwa pengawasan dini harus menjadi bagian dari budaya sekolah, bukan sekadar reaksi setelah kasus terlanjur membesar.

Menurutnya, gejala tekanan mental seperti kecemasan dan menarik diri dari lingkungan sudah banyak ditemukan pada pelajar yang menjadi korban. Kondisi ini, jika tidak ditangani, dapat menghambat perkembangan emosional dan akademik.

Ia juga menegaskan perlunya peran keluarga karena perilaku bullying sering muncul dari pola interaksi sehari-hari yang tidak terpantau. Kolaborasi guru, orang tua, dan layanan kesehatan disebutnya sebagai kunci pencegahan.

Indah berharap kegiatan edukasi seperti seminar kesehatan jiwa dapat membangun kesadaran kolektif. Ia menilai peningkatan literasi psikologis akan membantu sekolah mengambil langkah cepat ketika tanda bahaya mulai terlihat.

“Mewujudkan sekolah sehat jiwa adalah langkah penting menuju Generasi Emas 2045,” tukasnya. (ADV/DISKOMIFO KALTIM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.