Disbun Kaltim Dorong Produk Perkebunan Masuk Pasar Global Lewat Pelatihan Ekspor

oleh -193 views

SAMARINDA, DIMENSINEWS – Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Timur (Disbun Kaltim) memperkuat langkah hilirisasi dan daya saing produk daerah melalui Pelatihan Ekspor Komoditas Perkebunan yang digelar di UPT Asrama Haji Balikpapan, Kamis (13/11/2025). Kegiatan ini bertujuan memastikan komoditas unggulan Kaltim tidak hanya kuat di tingkat produksi, tetapi juga siap menembus pasar internasional dengan standar ekspor yang tepat.

Pelatihan yang digelar bekerja sama dengan Akademi Mudah Ekspor ini menekankan pentingnya pemahaman standar mutu, prosedur ekspor, strategi branding, hingga akses pasar global. Disbun Kaltim ingin mendorong pelaku usaha untuk mampu mengembangkan rantai nilai komoditas unggulan seperti sawit, kakao, lada, kopi, kelapa, dan aren agar memiliki posisi yang lebih kompetitif di pasar dunia.

Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Disbun Kaltim, Taufiq Kurrahman, membuka kegiatan dengan menegaskan bahwa peluang ekspor harus dimanfaatkan secara serius oleh para pelaku usaha perkebunan. “Kami ingin pelaku usaha di Kaltim memiliki kesiapan penuh menghadapi pasar ekspor, mulai dari standar kualitas hingga strategi memperkuat posisi produk lokal di mata pembeli internasional,” ujarnya.

Sebanyak 20 peserta dari Samarinda, Kukar, Kutim, Paser, PPU, dan Balikpapan termasuk binaan Toko Kebun Kaltim mengikuti pelatihan tersebut. Materi disampaikan oleh narasumber dari Akademi Mudah Ekspor, Fernanda Reza Muhammad, melalui empat sesi: Potensi Komoditas Ekspor Kaltim, Potensi Kopi-Kakao-Kelapa, panduan memulai ekspor, serta sesi motivasi “Ekspor Itu Mudah”.

“Kaltim punya potensi besar, tinggal bagaimana pelaku usahanya memahami pola dan keberanian untuk masuk pasar global,” ujar Fernanda.

Untuk mengukur pemahaman peserta, panitia melaksanakan pre-test dan post-test sebagai bagian evaluasi efektivitas pelatihan. Hasilnya akan digunakan Disbun Kaltim untuk menentukan kebutuhan pendampingan lanjutan, baik terkait teknis ekspor, pemasaran, maupun pengurusan dokumen.

Selain fokus pada pasar ekspor, pelatihan ini juga menyoroti pentingnya penguatan pasar domestik. Disbun Kaltim menilai perlunya dukungan regulasi melalui penerbitan SK Gubernur, Bupati, atau Wali Kota yang mewajibkan penggunaan produk lokal oleh sektor perhotelan, restoran, dan industri kuliner. Kebijakan ini dianggap mampu memperkuat fondasi pasar dalam negeri sebelum melangkah ke pasar internasional.

Menutup kegiatan, Taufiq menyampaikan dorongan kepada seluruh peserta agar pengetahuan yang diperoleh benar-benar diterapkan. “Kami berharap peserta terus berjejaring, memperkuat branding produk, dan berani melangkah menuju pasar ekspor. Kaltim membutuhkan eksportir-eksportir baru yang mampu membawa komoditas perkebunan kita lebih berdaya saing, berkelanjutan, dan tentu saja menyejahterakan petani,” tutupnya.(ADV/DISKOMINFO KALTIM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.