Disdikbud Kaltim dan Kejati Gelar Pemilihan Duta Pelajar Sadar Hukum 2025

oleh -324 views
Armin

SAMARINDA, DIMENSINEWS – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Timur (Disdikbud Kaltim) bersama Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur kembali menggelar Pemilihan Duta Pelajar Sadar Hukum Tahun 2025 untuk jenjang SMA, SMK, MA, dan SLB (Tuna Daksa). Sebanyak 58 finalis, 29 pembimbing, serta 10 pendamping dari Kejaksaan Negeri se-Kaltim mengikuti ajang ini sebagai bagian dari pembinaan karakter pelajar yang berintegritas dan taat aturan.

Ketua Panitia, Sugianto, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk menanamkan budaya sadar hukum sejak usia sekolah. Ia menekankan pentingnya membentuk generasi yang jujur, disiplin, dan mampu menerapkan aturan dalam kehidupan sehari-hari.

“Melalui kegiatan ini, kita ingin menghadirkan pelajar yang memiliki kesadaran hukum kuat dan mampu menjadi contoh di lingkungan masing-masing,” kata Sugianto dalam laporannya.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak yang menjaga keberlanjutan program tersebut dan berharap kegiatan ini dapat terus menginspirasi pelajar untuk menjadi teladan kepatuhan hukum.

Plt. Kepala Disdikbud Kaltim, Armin, S.Pd., M.Pd., memberikan penghargaan atas sinergi yang terbangun antara Disdikbud dan Kejati Kaltim dalam memperkuat pendidikan karakter.

“Melalui kegiatan ini, kami mendorong lahirnya generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berintegritas dan memahami pentingnya hukum,” ujar Armin.

Ia menambahkan bahwa kesadaran hukum menjadi pondasi penting bagi pelajar agar mampu bersikap bijak di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi.

Armin berharap para duta yang terpilih mampu menjadi inspirasi dan memberi dampak positif di sekolah maupun masyarakat. Ia meyakini kegiatan ini menjadi langkah awal lahirnya calon jaksa, hakim, pemimpin daerah, hingga menteri dari Bumi Etam.

Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Kaltim, Nur Asiah, S.H., M.Hum., turut memberikan apresiasi kepada para finalis yang tampil percaya diri dan menunjukkan kemampuan berargumentasi dengan baik.

“Biasanya mereka yang berani dan cerdas berbicara di depan umum adalah mereka yang tekun belajar dan peka terhadap lingkungan sekitar,” ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa kecerdasan tidak hanya diukur dari banyaknya informasi yang diketahui, tetapi juga dari kemampuan berpikir kritis dan tidak sekadar meniru.

“Otak yang paling berharga adalah otak yang mampu melahirkan gagasan orisinal,” pesannya kepada seluruh peserta.

Dewan juri pada kegiatan ini melibatkan unsur Kejaksaan Tinggi Kaltim, Fakultas Hukum Universitas Mulawarman, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kaltim, serta Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Timur. Melalui kolaborasi lintas sektor ini, Pemprov Kaltim berharap pendidikan hukum di sekolah semakin kuat dan mampu membentuk generasi muda yang berkarakter, kritis, dan patuh pada aturan.(ADV/DISKOMINFO KALTIM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.