Marbot Masjid di PPU Dapat Kesempatan Umrah Gratis Lewat Program Gratispol

oleh -157 views
Hamdani (kanan)

DIMENSINEWS – Hamdani (39), marbot Masjid Besar Nurul Hidayah di Babulu Darat, Penajam Paser Utara, akhirnya merasakan kesempatan yang selama ini hanya menjadi impian. Setelah 15 tahun mengabdikan diri sebagai penjaga masjid—mulai dari mengumandangkan azan, menjadi imam, hingga menjaga kebersihan rumah ibadah—ia terpilih sebagai peserta program umrah gratis Gratispol Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.

Honor bulanannya hanya Rp1,5 juta, cukup untuk menopang kebutuhan istri dan dua anaknya. Meski hidup sederhana, Hamdani selalu menjalankan tugasnya dengan penuh keikhlasan.

Namun, pada 9 September 2025, kehidupannya berubah. Ia dinyatakan lolos sebagai peserta umrah untuk marbot dan petugas masjid. Awalnya, ia mengira kabar itu sebuah penipuan.

“Awalnya saya kira ini penipuan. Semua data pribadi diminta—KK, KTP. Tapi lama-lama saya percaya, ternyata benar,” ungkapnya sambil tersenyum.

Setelah melengkapi dokumen dan mengikuti pembekalan manasik selama dua hari, Hamdani bergabung dengan 48 peserta dari Penajam yang siap diberangkatkan. Malam menjelang keberangkatan, ia tak dapat tidur karena haru dan cemas. Mereka kemudian diarahkan menuju Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan untuk transit ke Jakarta sebelum berangkat ke Jeddah.

Biaya paspor yang sempat ia tanggung sendiri juga dikembalikan saat berada di Jakarta.

“Saya bayar 650 ribu. Untung ada honor dari masjid. Di Jakarta diganti lagi 750 ribu,” katanya.

Keberangkatan ke Jeddah pada 10 September menjadi momen paling berkesan. Saat pesawat mulai menurunkan ketinggian, Hamdani menangis haru melihat kota itu dari udara.

“Melihat Jeddah dari udara saya sampai terharu… Masya Allah, tidak tergambarkan,” tuturnya.

Setibanya di Mekah, ia menjalani empat hari ibadah umrah, mengunjungi Ka’bah, Jabal Rahmah, Mina, Arafah, dan masjid-masjid bersejarah. Momen paling emosional terjadi saat pertama kali melihat Ka’bah.

“Langsung menangis. Saya ini marbot, tiap hari bersih-bersih masjid, tiba-tiba diajak umrah oleh Pak Gubernur… Masya Allah,” ujarnya.

Keraguan awal terhadap program Gratispol juga hilang seiring keberangkatan ratusan peserta lainnya. Banyak orang di sekelilingnya bahkan sempat tidak percaya.

Perjalanan ini sekaligus menjadi bentuk penghargaan bagi marbot yang selama ini menjalankan tugas dengan pendapatan terbatas. Hamdani mengaku, tanpa program ini, kesempatan untuk umrah akan membutuhkan waktu sangat panjang.

“Kalau mau ke sana sendiri, harus kumpul uang lama sekali. Dengan program ini saya sangat senang. Bangga juga,” katanya.

Meski berat meninggalkan masjid sementara waktu, ia tetap berangkat setelah mendapat arahan dari Kemenag.

Selama 15 tahun menjadi marbot, ia menghadapi berbagai pengalaman, termasuk laporan kehilangan barang di masjid.

Perjalanan umrah ini juga mempererat hubungan antar peserta dari berbagai daerah di Kaltim. Mulai dari persiapan dokumen, manasik, hingga pelaksanaan ibadah, mereka saling membantu.

Kini, setelah kembali ke tanah air, Hamdani membawa pulang ketenangan batin dan rasa syukur mendalam.

“Pengalaman spiritual ini tidak bisa tergambarkan. Saya doakan program ini panjang rezekinya, dan banyak marbot lain bisa merasakan seperti saya,” pungkasnya.

Program Gratispol menjadi bukti kepedulian Pemprov Kaltim terhadap pengabdian marbot dan petugas masjid. Bagi Hamdani, kesempatan ini menjadi pengalaman seumur hidup yang memperkuat semangatnya untuk terus melayani masyarakat dengan penuh dedikasi.(ADV/DISKOMINFO KALTIM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.