Penutupan Program Pencegahan Perkawinan Anak, Kadis DPPKB3A Tekankan Sinergi Lintas Komunitas

oleh -362 views
PENUTUPAN KEGIATAN Pergerakan dan Pemberdayaan Masyarakat dalam Pencegahan Perkawinan Usia Anak,” yang digagas oleh DPPKB3A Kabupaten Berau, resmi ditutup pada Jumat (14/11/2025) di Ballroom Hotel Bumi Segah. foto DPPKB3A

TANJUNG REDEB, DIMENSINEWS – Program “Pergerakan dan Pemberdayaan Masyarakat dalam Pencegahan Perkawinan Usia Anak,” yang digagas oleh DPPKB3A Kabupaten Berau, resmi ditutup pada Jumat (14/11/2025) di Ballroom Hotel Bumi Segah. Kegiatan selama dua hari ini dihadiri perwakilan dari berbagai unsur strategis, mulai dari GOW, PKK, Ormas Islam, PATBM, hingga Forum Anak dan Puskesmas se-Kabupaten Berau.
Dalam pidato penutupannya, Kepala Dinas DPPKB3A Berau, Rabiatul Islamiyah, menyampaikan apresiasi dan pesan penting kepada seluruh peserta.

Perkawinan Anak Masih Terjadi, Kerjasama Wajib Maksimal
Rabiatul Islamiyah secara tegas menyoroti fakta bahwa kasus perkawinan anak masih terjadi di Kabupaten Berau. Oleh karena itu, ia menekankan perlunya pencegahan dilakukan melalui kerjasama semua pihak.

“Perkawinan anak di Berau masih ada, sehingga perlu dicegah dengan melakukan kerjasama semua pihak agar upaya ini memberikan hasil yang maksimal,” ujar Rabiatul. Ia menegaskan bahwa pencegahan perkawinan anak merupakan tanggung jawab moral, sosial, dan spiritual, bukan sekadar urusan hukum.

Peserta Dituntut Jadi Agen Perubahan
Rabiatul Islamiyah berharap seluruh perwakilan yang hadir dapat memahami materi yang telah disampaikan. Materi penting tersebut datang dari narasumber Kantor Kemenag Berau, H. Misbahul Ulum, yang membahas perspektif agama, serta materi dari dokter spesialis kandungan yang membahas dampak kesehatan.

Ia menuntut peserta untuk tidak berhenti pada acara penutupan, melainkan menjadi agen perubahan di komunitas masing-masing.
“Peserta diharapkan memahami materi dari Kemenag dan dokter spesialis kandungan, serta dapat menyampaikannya kembali kepada instansi, mahasiswa, komunitas, atau ormas yang mengutusnya sebagai perwakilan menghadiri acara ini,” tutupnya.

DPPKB3A berharap dengan adanya transfer pengetahuan dan sinergitas yang kuat, kesadaran dan kemandirian masyarakat dalam menanggulangi perkawinan anak dapat segera terwujud.

(hel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.