Pemprov Kaltim Salurkan Insentif untuk 23 Ribu Guru Non-ASN, Anggaran Terserap Rp68,3 Miliar

oleh -295 views
Rudy Mas'ud

SAMARINDA, DIMENSINEWS – Penyaluran insentif bagi guru non-aparatur sipil negara (non-ASN) di Kalimantan Timur terus berjalan sepanjang 2025. Hingga awal November, Pemerintah Provinsi Kaltim telah mencairkan bantuan bagi 23.007 tenaga pendidik di seluruh jenjang pendidikan, dengan total realisasi Rp68,3 miliar dari alokasi Rp76,6 miliar.

Program ini menjadi bentuk perhatian pemerintah kepada guru-guru non-ASN yang selama ini mengisi peran penting dalam proses belajar mengajar. Bantuan diberikan sebesar Rp500 ribu per bulan, terhitung mulai Juli hingga Desember 2025, untuk membantu meringankan kebutuhan para guru sekaligus menjaga keberlangsungan mutu pendidikan.

Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud menegaskan bahwa pemerintah memastikan seluruh guru yang memenuhi syarat dapat menerima insentif sesuai jadwal pencairan. “Kami pastikan semua guru yang berhak menerima insentif bisa cair tahun ini. Ini untuk meringankan beban mereka, supaya bisa lebih fokus mendidik anak-anak,” kata Rudy dalam pernyataannya, Jumat (14/11/2025). Penjelasan itu ia sampaikan sebagai bentuk komitmen Pemprov Kaltim agar program ini menjangkau seluruh penerima tanpa terkecuali.

Rudy mengungkapkan, masih tersedia sekitar Rp8 miliar yang diprioritaskan bagi guru non-ASN yang belum terdata pada penyaluran sebelumnya. Ia mendorong para guru untuk segera melakukan verifikasi di dinas pendidikan jika merasa berhak namun belum menerima bantuan. “Dana masih tersedia. Jadi bagi guru yang belum menerima, segera lapor agar tidak tertinggal,” lanjut Gubernur, menambahkan pentingnya validasi data agar penyaluran dilakukan tepat sasaran.

Menurut Rudy, insentif ini tidak hanya berupa dukungan finansial, tetapi juga penghargaan atas kerja keras para guru yang sehari-hari mengabdikan diri di sekolah. Ia menekankan bahwa pendidik memiliki posisi strategis dalam membentuk karakter generasi muda. “Bantuan ini diharapkan bisa meringankan beban guru, sehingga mereka bisa mengajar dengan lebih tenang dan fokus,” jelasnya sembari menekankan peran besar guru bagi masa depan daerah.

Selain membantu secara langsung para pendidik, pemerintah menilai program ini dapat meningkatkan mutu proses belajar karena guru memiliki kondisi kerja yang lebih stabil. Kebijakan ini juga disebut bagian dari janji politik pemerintah daerah dalam memberikan perlakuan yang adil bagi tenaga pendidik ASN maupun non-ASN. “Semua guru harus mendapatkan perhatian yang sama. Ini salah satu cara menghargai dedikasi mereka,” tambah Rudy dalam kesempatan yang sama.

Pemprov Kaltim juga terus melakukan pendataan lanjutan untuk memastikan tidak ada guru yang terlewat dalam proses verifikasi. Rudy meminta mereka yang belum menerima insentif segera melengkapi dokumen agar proses pencairan tidak mengalami kendala. Ia menekankan bahwa dukungan kesejahteraan guru akan berdampak langsung pada motivasi belajar siswa. “Kalau guru senang dan bisa mengajar dengan fokus, anak-anak pun akan lebih termotivasi belajar. Ini penting untuk kualitas pendidikan di Kaltim,” tegasnya.

Selain memberi manfaat bagi guru secara individu, bantuan ini juga diharapkan dapat berkontribusi terhadap kebutuhan sekolah, seperti kegiatan pendukung belajar, pembelian sarana edukasi, hingga mendukung aktivitas pembinaan peserta didik. Program insentif guru non-ASN akhirnya disebut sebagai bukti konkret keberpihakan pemerintah terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kalimantan Timur.

Dengan realisasi anggaran yang terus berjalan dan proses verifikasi yang diperkuat, pemerintah menargetkan seluruh insentif tersalurkan maksimal tahun ini. Program ini diharapkan menciptakan iklim pendidikan yang lebih merata, guru lebih bersemangat, dan generasi muda Kaltim semakin siap menghadapi tantangan masa depan.(ADV/DISKOMINFO KALTIM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.