Disbun Kaltim Rumuskan Arah Baru Pengembangan Kawasan Perkebunan Rakyat

oleh -272 views

SAMARINDA, DIMENSINEWS – Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Timur (Disbun Kaltim) memperkuat strategi pembangunan perkebunan rakyat melalui Pertemuan Perencanaan Pengembangan Kawasan Perkebunan Rakyat yang digelar di UPTD BPPSDMP pada 12–13 November 2024. Forum dua hari ini menjadi ruang koordinasi penting untuk menyusun kebijakan pengembangan sektor perkebunan rakyat yang lebih modern, berkelanjutan, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan petani.

Pertemuan yang dipandu oleh Muhammad Fahrozi, Penyuluh Pertanian Ahli Muda Disbun Kaltim, dihadiri sekitar 27 peserta dari berbagai daerah. Perwakilan dari Dinas Perkebunan kabupaten/kota, instansi pertanian, serta dinas ketahanan pangan menunjukkan komitmen kuat dalam menyelaraskan data, kebijakan, dan arah pembangunan perkebunan rakyat di seluruh wilayah Kaltim.

Pada hari pertama, Asmirilda selaku Pelaksana Tugas Kepala Bidang Pengembangan Komoditi Disbun Kaltim menyampaikan paparan yang menekankan dua fokus utama pertemuan, yaitu memberikan arah kebijakan serta mengevaluasi program tahun sebelumnya sebagai dasar percepatan kegiatan pada tahun mendatang. Ia juga menguraikan empat sasaran strategis, mulai dari peningkatan produksi melalui intensifikasi, rehabilitasi, perluasan areal, hingga peremajaan tanaman.

Asmirilda menjelaskan bahwa dukungan sarana prasarana, penguatan praktik perkebunan berkelanjutan melalui sosialisasi pembukaan lahan tanpa bakar, serta promosi Good Agriculture Practices (GAP) menjadi bagian penting dalam mendorong peningkatan kesejahteraan pekebun. Peningkatan kapasitas teknis petugas dan petani melalui pelatihan serta bimbingan teknis turut menjadi prioritas.

Dalam pemaparannya, ia juga menyinggung rencana pelaksanaan program unggulan (Jospol 1) 2025–2030 yang mendorong hilirisasi industri pertanian melalui pengembangan areal berbasis pertanian modern. Upaya ini dinilai menjadi fondasi penting dalam memperkuat ekosistem perkebunan rakyat yang berdaya saing dan adaptif.

Memasuki hari kedua, materi berlanjut dengan pemaparan dari Muhammad Jakaria dari CV. Wahana Mitra Banguncita mengenai pembaruan dan mekanisme penginputan data pada Aplikasi Si CPCL Kebun 2025 yang telah dilengkapi teknologi Artificial Intelligence (AI). Jaka menegaskan fungsi aplikasi tersebut sebagai instrumen pengelolaan data yang mencakup pendataan kelompok tani, validasi lahan, hingga pemetaan kebutuhan program.

“Aplikasi CPCL dikembangkan untuk memastikan data perkebunan terkelola dengan baik, transparan, dan siap digunakan dalam pengambilan kebijakan,” ungkapnya.

Integrasi AI diharapkan mampu meningkatkan akurasi pendataan, mempercepat analisis, dan mengurangi potensi kesalahan input yang selama ini menjadi kendala teknis di lapangan.

Menutup kegiatan, moderator Muhammad Fahrozi menyampaikan pentingnya membangun basis data kelompok tani yang terintegrasi sebagai landasan perencanaan. “Besar harapan saya, tidak ada lagi kelompok tani yang tercecer datanya. Semua harus masuk, demi perencanaan yang tepat sasaran,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa validitas data merupakan faktor kunci dalam menentukan arah kebijakan, khususnya terkait pemerataan bantuan, peningkatan produksi, dan percepatan pembangunan perkebunan rakyat.

Dengan selesainya rangkaian pertemuan ini, Disbun Kaltim berharap terjalinnya sinergi yang lebih solid antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota, meningkatnya kualitas perencanaan, serta semakin kuatnya komitmen bersama dalam pengembangan kawasan perkebunan rakyat yang produktif dan berkelanjutan.(ADV/DISKOMINFO KALTIM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.