Sinergi Lintas Sektor Jadi Kunci Cegah TPPO

oleh -835 views

TANJUNG REDEB, DIMENSINEWS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau menunjukkan keseriusan dalam memerangi Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Melalui Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A), Pemkab menggelar koordinasi dan kerja sama lintas sektoral pada Senin (17/11/2025) di Hotel Bumi Segah.

Kegiatan ini menjadi wadah untuk mengantisipasi TPPO, mengingat posisi Berau yang sangat strategis.

Mobilitas Tinggi dan Batas Negara Jadi Kekhawatiran
Dalam sambutannya, Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, menyoroti risiko besar yang dihadapi Berau sebagai wilayah perbatasan.

“Berau adalah kota kecil yang berada di ujung Kaltim bagian utara, berbatasan dengan Kaltara. Kita juga punya Pulau Maratua yang berbatasan dengan Negara Filipina, serta Kecamatan Biduk-biduk yang berbatasan dengan Sulawesi,” jelas Bupati Sri.

Menurutnya, dengan jumlah penduduk sekitar 330 ribu dan terdiri dari beragam suku, ditambah mobilitas tinggi baik dari darat, udara, maupun laut, ini menimbulkan kekhawatiran tersendiri.

“Saya menyimpankan kekhawatiran dari mudahnya mobilitas tersebut. Kalau kita tidak koordinasi dengan seluruh lintas sektor yang ada, tentu ini akan menjadi bumerang untuk kita semuanya,” tegasnya.

Bupati Sri Juniarsih menekankan pentingnya pengawasan ketat terhadap seluruh jalur akses masuk ke Kabupaten Berau, meliputi pelabuhan, bandara, dan jalur darat lainnya. Ia menyebut, lemahnya koordinasi lintas sektor bisa menjadi celah bagi pelaku kejahatan.

Edukasi Perempuan dan Sinergi TNI/Polri
Bupati menginstruksikan DPPKBP3A untuk tidak bekerja sendirian. Pencegahan TPPO memerlukan kerja sama dengan lintas sektor seperti TNI, Polri, dan Kejaksaan.

Selain itu, edukasi kepada masyarakat dianggap sangat krusial. Bupati meminta DPPKBP3A agar proaktif dan tidak hanya berkomunikasi dengan lintas sektor, tetapi juga mensosialisasikan bahaya TPPO secara langsung kepada masyarakat, terutama kaum perempuan, khususnya ibu-ibu yang memiliki anak.

“Saya minta acara ini tidak sampai di sini saja. Kita lebih baik mencegah daripada mengobati. Sosialisasikan kekhawatiran kita ini supaya bisa menjadi kekhawatiran kita bersama,” harapnya.

Bupati Sri menutup sambutannya dengan harapan agar anak-anak di Berau dapat bersekolah dengan baik dan berada di lingkungan yang aman. Ia menekankan bahwa komunikasi dan pengawasan orang tua adalah benteng utama dalam pencegahan TPPO. Tindak lanjut dari koordinasi ini harus segera dilakukan dengan turun langsung ke masyarakat untuk mensosialisasikan poin-poin pencegahan yang telah dirumuskan.

(adv/pem25*/ton/hel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.