ISBI Kaltim Dibangun di Tenggarong Seberang, Dasmiah Harap Kehadirannya Dapat Pertahankan Budaya

oleh -797 views
Dasmiah

SAMARINDA, DIMENSINEWS – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) mengambil peran strategis dalam menjaga identitas budaya nasional dengan menghibahkan lahan seluas 30 hektare di Tenggarong Seberang, Kutai Kartanegara.

Lahan ini akan menjadi lokasi pembangunan Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Kaltim, sebuah kampus negeri yang diproyeksikan sebagai benteng pelestarian budaya lokal di tengah status Kaltim sebagai kawasan penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).

Kepala Biro Kesra (Kesejateraan Rakyat) Setda (Sekertaris Daerah) Provinsi Kaltim Dasmiah menekankan bahwa penetapan ISBI sebagai Satuan Kerja (Satker) oleh pemerintah pusat merupakan pencapaian penting.

Proses ini, yang dimulai sejak 2012, kini membuka jalan bagi pendanaan penuh pembangunan fisik dari Kementerian Pendidikan Tinggi.

“Tindak lanjut ISBI saat ini alhamdulillah sudah keluar Satker, itu adalah perjuangan dari tahun 2012 dan tentu saja kalau sudah ada Satker, mudah-mudahan itu adalah salah satu institusi seni budaya yang mampu menyokong Kalimantan Timur, khususnya di bidang budaya,” ujar Dasmiah di Samarinda, pada Senin (17/11/2025).

Ia menjelaskan bahwa keberadaan ISBI bukan hanya untuk Kaltim, melainkan mewakili seluruh provinsi di Pulau Kalimantan. Langkah ini diambil untuk memastikan daerah tidak kehilangan nilai budayanya.

ISBI Kaltim menawarkan beragam jurusan spesifik seperti etnik musikologi, kriya, tari, dan musik. Lulusan dari kampus ini diharapkan dapat mengisi kekurangan guru kesenian di daerah.

Dasmiah memastikan bahwa meski pembangunan fisik didanai pusat, Pemprov Kaltim tetap terlibat dalam dukungan operasional. Salah satunya adalah skema beasiswa khusus.

Nantinya mahasiswa ISBI asli Kaltim akan mendapat dukungan biaya pembayaran Uang Kuliah Tinggal (UKT) lewat program Gratispol besutan Gubernur dan Wagub Kaltim, Rudy Mas’ud dan Seno Aji. Sama seperti mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) lainnya.

Selain itu, mahasiswa dari wilayah pedalaman Kaltim, termasuk Kubar dan Berau, akan mendapatkan fasilitas tambahan berupa tunjangan biaya hidup (living cost) sebesar Rp 1 juta setiap bulan. Fasilitas ini diberikan untuk memastikan pemerataan akses pendidikan seni budaya.

“Kita mewakili seluruh provinsi yang ada di Kalimantan, berdiri ISBI di Kalimantan Timur. Pembangunan nanti dari pusat, karena kalau sudah menjadi Satker, doakan saja, segera dari pusat merealisasikan bangunan untuk ISBI yang saat ini kuliah di Museum Mulawarman,” terangnya.

Sebagai institut negeri yang setara dengan ISI Jogja, ISBI Kaltim juga mewajibkan lulusannya untuk mengabdi, menjadi guru mulok (muatan lokal) serta mengembangkan kriya dan seni budaya di Kalimantan Timur.

“Dengan adanya ISBI, mudah-mudahan itu memperkuat Kalimantan Timur untuk tetap mempertahankan budayanya,” tutupnya. (ADV/DISKOMINFO KALTIM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.