Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Anak di Berau: Terduga Pelaku Berprestasi Daerah Diamankan Polisi

oleh -477 views
Kewaspadaan dini akan muncul jika kasus semacam ini diungkapkan dengan tetap mengedepankan perlindungan anak. foto ilustrasi

TANJUNG REDEB, DIMENSINEWS – Kasus dugaan kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur tengah menyita perhatian masyarakat Kabupaten Berau. Seorang terduga pelaku, figur publik yang sebelumnya dikenal pernah menerima penghargaan tingkat Provinsi Kalimantan Timur, kini telah diamankan oleh pihak kepolisian.

Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa penangkapan dilakukan Tim Reserse Kriminal Polres Berau di Bandara Kalimarau, Jumat (14/11/2025), sesaat setelah yang bersangkutan kembali dari perjalanan luar daerah.

Unit Pelaksana Teknis Perlindungan Perempuan dan Anak (UPT PPA) Kabupaten Berau turut bergerak cepat memberikan pendampingan kepada korban. Yusran, Kepala UPT PPA, membenarkan bahwa pendampingan telah dilakukan sejak awal laporan disampaikan.

“Awalnya ada dua anak yang kami dampingi untuk melapor ke Polres. Saat ini kami terus berkoordinasi dengan pihak kecamatan terkait langkah penanganan selanjutnya,” ujarnya. Ia menolak memberikan rincian lebih jauh demi melindungi identitas anak sesuai pedoman pemberitaan ramah anak.

Sementara itu, terduga pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Polres Berau untuk mendalami kemungkinan adanya korban lain. Hingga kini, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi kepada media.

Di sisi lain, praktisi kesehatan mental Kaltim, Endro S Efendi, M.Sos., CHt., CCP., mengapresiasi langkah cepat aparat penegak hukum dan UPT PPA dalam menangani kasus ini.

“Trauma akibat kekerasan seksual pada anak sangat membekas dan dapat berpengaruh panjang terhadap kondisi psikologis mereka. Dari pengalaman saya menangani klien, ada pelaku penyimpangan seksual yang ternyata pernah menjadi korban di masa lalu,” jelas konselor dan hipnoterapis klinis Rumahati di Samarinda tersebut.

Endro menilai bahwa perilaku menyimpang tidak muncul tanpa sebab. Ada kemungkinan terduga pelaku memiliki pengalaman traumatis sebelumnya.

“Untuk mengetahui akar persoalan, perlu dilakukan pendalaman terhadap kondisi psikologis dan bawah sadarnya,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa instansi terkait tidak perlu menutupi kasus ini selama identitas dan perlindungan anak tetap dijaga. Keterbukaan yang bertanggung jawab justru penting agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan.

“Kewaspadaan dini akan muncul jika kasus semacam ini diungkapkan dengan tetap mengedepankan perlindungan anak,” pungkasnya.

(hel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.