Pemulihan Trauma Korban Kekerasan Seksual Anak Wajib Menyeluruh untuk Cegah Siklus Pelaku Baru

oleh -224 views
Ilustrasi anak

TANJUNG REDEB, DIMENSINEWS – Praktisi kesehatan mental Kalimantan Timur, Endro S Efendi, M.Sos., CHt., CCP., menekankan pentingnya penanganan menyeluruh terhadap anak korban kekerasan seksual agar trauma yang dialami tidak berkembang menjadi pola perilaku berisiko ketika mereka dewasa.

Endro menjelaskan bahwa pengalaman traumatis pada masa kanak-kanak, terutama yang berkaitan dengan kekerasan seksual, meninggalkan jejak kuat pada pikiran bawah sadar. Bila tidak ditangani, luka tersebut dapat memengaruhi pembentukan karakter, respons emosional, hingga perilaku seseorang di masa depan.

“Dalam banyak kasus yang saya tangani, trauma korban yang tidak dipulihkan dengan baik dapat memunculkan perilaku menyimpang ketika mereka sudah dewasa. Sebagian kecil bahkan bisa berpotensi menjadi pelaku karena mengulang pola yang pernah mereka alami,” ujarnya.

Sebagai hipnoterapis klinis, ia menekankan bahwa pemulihan trauma harus dilakukan melalui pendekatan yang mampu menjangkau sumber masalah di pikiran bawah sadar.

“Pendampingan fisik dan hukum itu penting, tetapi pemulihan psikologis adalah fondasinya. Dengan terapi yang tepat—termasuk hipnoterapi—kita bisa membantu korban melepaskan rasa takut, rasa bersalah, dan memutus asosiasi traumatis yang mereka bawa. Ini satu-satunya cara efektif memutus rantai kekerasan,” jelasnya.

Endro menegaskan bahwa penanganan psikologis tidak boleh berhenti setelah proses hukum selesai. Anak korban membutuhkan pendampingan jangka panjang yang konsisten dari keluarga, sekolah, tenaga profesional, hingga pemerintah daerah.

“Kalau kita ingin mencegah munculnya pelaku baru di masa depan, kita harus mulai dari sini—dengan memulihkan para korban. Anak-anak berhak tumbuh tanpa membawa beban traumatis yang membentuk perilaku mereka kelak,” tegasnya.

Review Kasus Singkat

Kasus dugaan kekerasan seksual terhadap anak di Kabupaten Berau saat ini sedang dalam penanganan Polres Berau. Seorang terduga pelaku yang dikenal publik karena rekam jejak prestasinya telah diamankan aparat kepolisian setelah dijemput di Bandara Kalimarau.

UPT Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) yang berada di bawah naungan DPPKB3A Kabupaten Berau turut memberikan pendampingan kepada korban sejak laporan awal masuk. Hingga kini, penyidik masih melakukan pemeriksaan intensif dan kepolisian belum mengeluarkan keterangan resmi. Sesuai pedoman pemberitaan ramah anak, identitas para korban dirahasiakan sepenuhnya.

(helda)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.