Disbun Kaltim dan FKPB Evaluasi RAD-KSB 2022–2024 untuk Perkuat Arah Sawit Berkelanjutan

oleh -237 views

SAMARINDA, DIMENSINEWS – Dinas Perkebunan Kalimantan Timur (Disbun Kaltim) bersama Forum Komunikasi Perkebunan Berkelanjutan (FKPB) mempertegas komitmennya terhadap pembangunan sawit berkelanjutan melalui kegiatan Evaluasi Pelaksanaan RAD-KSB Kaltim Tahun 2022–2024. Pertemuan yang berlangsung di Ruang Rapat Hevea Kantor Disbun Kaltim, Rabu (19/11/2025), menghadirkan suasana kolaboratif ketika para pemangku kepentingan menelaah capaian serta arah kebijakan sawit berkelanjutan untuk tahap berikutnya.

Evaluasi ini melibatkan Bidang dan UPTD Disbun, Dewan Pakar FKPB, Bappeda Kaltim, DLH Kaltim, Disnakertrans, Dishut Kaltim, Solidaridad, dan DDPI Kaltim, menegaskan kuatnya kerja bersama lintas lembaga dalam penyelenggaraan tata kelola sawit berkelanjutan di daerah.

Kegiatan dibuka oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disbun Kaltim yang diwakili Sekretaris Disbun, Andi Siddik. Ia menekankan bahwa pembangunan sawit di Kalimantan Timur tidak hanya berorientasi ekonomi, tetapi mencakup kesejahteraan sosial dan keberlanjutan lingkungan.

“Sawit berkontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi, penurunan angka pengangguran dan kemiskinan, serta mitigasi perubahan iklim melalui penurunan emisi gas rumah kaca. Karena itu, RAD-KSB menjadi komitmen bersama agar tata kelola sawit berjalan terukur, transparan, dan berkelanjutan, selaras dengan Perda Kaltim Nomor 7 Tahun 2018,” ujarnya.

Ketua Harian FKPB, Yus Alwi Rahman, memaparkan hasil evaluasi RAD-KSB 2022–2024 dan menjelaskan landasan hukum pelaksanaan, mulai dari Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2019 hingga Keputusan Gubernur Nomor 525/K.223/2022. Ia menegaskan bahwa lima komponen utama RAD-KSB—penguatan data dan infrastruktur, peningkatan kapasitas pekebun, pengelolaan lingkungan, tata kelola dan penyelesaian sengketa, hingga percepatan ISPO—hanya bisa berjalan melalui pendekatan multi-pihak.

“RAD KSB adalah instrumen multi-pihak. Dokumen ini milik daerah dan pelaksanaannya membutuhkan kolaborasi seluruh OPD teknis, lembaga mitra, dunia usaha, hingga masyarakat,” ujar Yus.

Acara juga menghadirkan Odit Ferry Kurniadinata dari Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman sebagai narasumber dengan moderator dari Dewan Pakar FKPB, E.A. Rafiddin Rizal. Odit menilai evaluasi ini sebagai langkah strategis karena menentukan arah perencanaan sawit berkelanjutan di periode 2025–2029. Ia memaparkan tiga alasan utama pentingnya evaluasi: menilai capaian kinerja dan indikator, mengidentifikasi hambatan serta praktik baik di lapangan, dan menyediakan basis penyusunan RAD-KSB berikutnya.

“Kualitas evaluasi hari ini akan menentukan kualitas perencanaan kita di masa mendatang,” ujarnya.

Menurutnya, kelengkapan informasi dan kekuatan kolaborasi antar-pihak menjadi kunci keberhasilan implementasi RAD-KSB. Ia menekankan bahwa capaian yang belum optimal harus dibaca sebagai pijakan perbaikan menuju strategi sawit berkelanjutan yang lebih solid.

Menutup pertemuan, Andi Siddik menegaskan pentingnya kerja lintas sektor untuk memperkuat posisi Kaltim sebagai provinsi yang konsisten menjalankan tata kelola sawit berkelanjutan. Ia berharap hasil evaluasi ini menjadi dasar kuat penyusunan RAD-KSB periode 2025–2029, sekaligus meningkatkan daya saing sawit Kaltim di tingkat nasional dan global.(ADV/DISKOMINFO KALTIM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.