Pemprov Kaltim Pastikan Insentif Guru Non-ASN Berlanjut hingga 2030

oleh -275 views
Rudy Mas'ud

BALIKPAPAN, DIMENSINEWS – Komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur untuk mendukung kesejahteraan tenaga pendidik kembali ditegaskan melalui keberlanjutan program insentif bagi guru non-ASN. Bantuan tersebut dipastikan tetap berjalan hingga masa kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur berakhir pada tahun 2030.

“Jangan ragu, insya Allah sepanjang Rudy-Seno masih memimpin Kalimantan Timur, selama kurun 2025–2030, insentif guru non-ASN akan tetap kami berikan,” kata Gubernur Rudy Mas’ud di Balikpapan, Senin (17/11/2025).

Pemprov Kaltim tercatat telah menyalurkan dana insentif sebesar Rp68,3 miliar sepanjang awal tahun hingga November 2025. Bantuan tersebut ditujukan kepada tenaga pendidik non-ASN di berbagai jenjang, mulai dari PAUD, TK, SD, hingga SMP, termasuk guru yang mengajar di lembaga pendidikan keagamaan seperti RA, MI, MTs, serta para ustadz dan ustadzah.

“Total guru yang telah menerima bantuan insentif untuk triwulan ketiga dan keempat mencapai 23.007 orang,” lanjut Rudy Mas’ud.

Gubernur menegaskan bahwa meskipun kewenangan pendidikan dasar berada di bawah pemerintah kabupaten dan kota, pihaknya tetap memberikan dukungan penuh terhadap guru non-ASN yang dinilai belum mendapatkan penghasilan layak.

Secara keseluruhan, Pemprov Kaltim telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp76,6 miliar untuk program insentif guru non-ASN tahun ini. Dari total tersebut, sekitar Rp8 miliar masih tersedia dan dijadwalkan tersalurkan pada triwulan terakhir.

“Bagi guru non-ASN PAUD dan TK yang belum mendapatkan bantuan insentif segera ajukan, karena kita masih ada Rp8 miliar lagi. Mudah-mudahan tidak ada guru yang terlewat,” ujar Rudy dalam imbauannya kepada para tenaga pendidik.

Penyaluran dana Rp68,3 miliar itu telah mencakup seluruh kabupaten/kota, dengan jumlah penerima bervariasi: Samarinda 3.452 guru, Bontang 1.899 guru, Balikpapan 2.376 guru, Kutai Kartanegara 4.634 guru, Penajam Paser Utara 1.465 guru, Kutai Timur 4.175 guru, Berau 1.884 guru, Kutai Barat 561 guru, Mahakam Ulu 393 guru, dan Paser 1.704 guru.

Ia menambahkan bahwa janji untuk membantu para tenaga pendidik tersebut sudah menjadi bagian dari komitmen sejak masa pencalonan.

“Mohon doanya demi kemanfaatan dan keberkahan Kalimantan Timur,” tutup Rudy Mas’ud dalam penyampaiannya.(ADV/DISKOMINFO KALTIM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.