Disbun Kaltim Dorong Hilirisasi Sawit Lewat Pelatihan Produk Turunan di Paser

oleh -202 views

TANAH PASER, DIMENSINEWS – Upaya memperkuat hilirisasi komoditas perkebunan kembali dilakukan Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Timur melalui Kegiatan Diseminasi Hilirisasi Adopsi Teknologi Pasca Panen dan Pengolahan Hasil Perkebunan serta Pelatihan Produk Turunan Kelapa Sawit di Balai Desa Modang, Kecamatan Kuaro, Kabupaten Paser, Jumat (21/10/2025). Pelatihan ini menjadi ruang belajar bagi petani untuk meningkatkan nilai tambah produk sawit, terutama melalui pemanfaatan limbah.

Kegiatan dibuka oleh Plt. Kepala Disbun Kaltim yang diwakili Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran, Taufiq Kurrahman, dan dihadiri perwakilan Disbunnak Paser, PPL dari Kecamatan Long Ikis dan Kuaro, serta peserta dari koperasi setempat. Dalam sambutannya, Taufiq menegaskan pentingnya hilirisasi sebagai strategi peningkatan keterampilan petani dan pengurus koperasi dalam mengembangkan produk turunan. “Melalui pelatihan ini, kami ingin memastikan petani tidak hanya menjual hasil panen, tetapi mampu mengolah produk turunan kelapa sawit agar memiliki nilai tambah yang signifikan,” ujarnya.

Sebanyak 25 peserta dari Koperasi Induk Paser Jaya Bersama mengikuti kegiatan yang difokuskan pada peningkatan kapasitas SDM dalam memanfaatkan limbah sawit. Pelatihan menitikberatkan pada pembuatan lilin aromaterapi berbahan stearin dan minyak jelantah, sebuah inovasi yang tidak hanya bernilai ekonomi tetapi juga ramah lingkungan.

Materi pertama disampaikan oleh M. Atta Bary, Kepala Laboratorium Teknologi Kelapa Sawit, yang memaparkan potensi luas diversifikasi produk turunan sawit. Ia menjelaskan peluang bisnis dari produk pangan seperti margarin dan shortening, produk non-pangan seperti lilin dan sabun, hingga pengembangan bioplastik, bahan farmasi, dan pupuk organik. Penjelasan ini membuka wawasan peserta bahwa sawit memiliki peluang usaha yang jauh lebih beragam.

Materi berlanjut oleh Dedy Purwanto yang mengulas proses pembuatan lilin aromaterapi mulai dari sejarah, fungsi lilin, hingga teknik pencampuran minyak atsiri. Ia juga menekankan pentingnya pemanfaatan minyak jelantah sebagai solusi terhadap pencemaran lingkungan, yang disambut antusiasme peserta melalui berbagai pertanyaan mengenai peluang usaha kreatif di daerah.

Di sesi berikutnya, Taufiq Kurrahman memaparkan kebijakan terkait pengembangan produk turunan sawit, mulai dari regulasi ekspor hingga mekanisme pengawasan. Ia menegaskan bahwa pasar global membutuhkan produk turunan berkualitas. “Jika petani mampu mengembangkan produk turunan, kita tidak hanya memperkuat koperasi, tetapi juga memperkuat posisi daerah dalam rantai nilai sawit nasional,” ujarnya.

Pelatihan turut dilengkapi pre-test, post-test, diskusi, serta praktik langsung pembuatan lilin aromaterapi. Pada sesi praktik, peserta aktif mencampurkan stearin, minyak jelantah yang telah diolah, dan minyak atsiri untuk menghasilkan produk lilin yang siap jual. Interaksi antara narasumber dan peserta menunjukkan tingginya minat serta kemampuan peserta menyerap materi secara cepat.

Menutup kegiatan, Taufiq berharap keterampilan yang diperoleh dapat ditindaklanjuti menjadi usaha berbasis koperasi. “Kami berharap keterampilan ini menjadi langkah awal pengembangan industri kreatif di Paser. Ketika petani mampu mengolah dan memasarkan produk turunan, maka kesejahteraan akan ikut meningkat,” pungkasnya.

Kegiatan ini menegaskan komitmen Disbun Kaltim dalam mendorong kemandirian petani melalui hilirisasi dan inovasi produk, sekaligus membuka peluang berkembangnya industri kreatif berbasis kelapa sawit di tingkat desa.(ADV/DISKOMINFO KALTIM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.