Ikan Tenggiri Jadi Es Krim: Inovasi Kuliner Berau dan Penguatan Ekonomi Kreatif

oleh -452 views
Es Krim berbahan ikan tengiri. foto Diskan Berau

TANJUNG REDEB, DIMENSINEWS- Inovasi kuliner yang dilakukan oleh Dinas Perikanan Kabupaten Berau, mengubah ikan tenggiri menjadi produk “anti-mainstream” seperti es krim dan dimsum kaki naga, adalah contoh nyata bagaimana kreativitas dapat menjadi aset ekonomi yang berharga. Inisiatif ini tidak hanya mendukung peningkatan konsumsi ikan, tetapi secara fundamental, adalah bagian dari Ekonomi Kreatif (Ekraf) subsesektor Kuliner.

Mengapa Ini Termasuk Ekonomi Kreatif?
Ekonomi kreatif berfokus pada penciptaan nilai tambah melalui ide orisinal. Pembuatan es krim dan dimsum dari ikan tenggiri memenuhi kriteria Ekraf karena:
1. Inovasi dan Orisinalitas Produk (Ide Baru): Produk ini keluar dari kebiasaan olahan ikan tradisional (seperti kerupuk atau ikan asin). Mengubah citra ikan yang kaku menjadi dessert modern (es krim) atau makanan cepat saji premium (dimsum) membutuhkan kreativitas resep yang orisinal dan proses R&D (Research & Development) yang unik.

2. Menciptakan Nilai Jual Tinggi (Fancy Product): Sesuai penjelasan Dewi Rosita, produk ini dipilih karena memiliki daya jual tinggi dan menarik bagi konsumen muda. Nilai jual tersebut tidak berasal dari harga bahan baku ikan saja, melainkan dari keunikan resep, pengalaman rasa yang mengecoh (mirip ayam), dan inovasi penyajian.

3. Pengembangan Kekayaan Intelektual: Resep rahasia dan teknik pengolahan untuk menghilangkan bau amis ikan menjadi es krim adalah bentuk aset intelektual yang, jika dipatenkan atau menjadi rahasia dagang, dapat menjadi keunggulan kompetitif bagi calon wirausahawan Berau.

4. Mencetak Entrepreneur Baru: Tujuan utama pelatihan ini adalah menginspirasi siswa putri dan ibu-ibu UMKM untuk menjadi wirausahawan pioneer di sektor pangan olahan. Ini selaras dengan visi Ekraf, yaitu menciptakan lapangan kerja berbasis ide dan keterampilan.

Komitmen Berau Melalui Diversifikasi Olahan
Acara yang digelar dalam rangka Harkannas ke-21 ini menjadi wujud nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Berau untuk mendorong sektor UMKM perikanan agar lepas dari produk olahan tradisional.

Sebagaimana ditekankan oleh Dewi Rosita, Kepala Bidang Penguatan dan Daya Saing Produk Perikanan, produk seperti es krim ikan tenggiri sengaja dipilih untuk menunjukkan potensi ikan yang sangat luas dan memotivasi peserta untuk berpikir out of the box.

Dengan membekali peserta dengan teknik pengolahan, tips menghilangkan bau amis, hingga strategi pengemasan yang siap pasar, Dinas Perikanan Kabupaten Berau secara aktif memfasilitasi transformasi dari produsen bahan mentah menjadi pencipta produk kreatif.

Inovasi ini diharapkan dapat menjadi katalisator bagi UMKM Berau untuk menciptakan produk baru yang mampu menembus pasar yang lebih luas dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bumi Batiwakkal melalui kekuatan ide dan kreativitas.

(adv/kom25/hel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.