Pentas Seni Budaya dan Bedah Buku Dorong Kesadaran Pendidikan Inklusif di Kaltim

oleh -512 views
Hana Iriana

SAMARINDA, DIMENSINEWS – Pentas Seni Budaya Kaltim dan Bedah Buku yang berlangsung di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kaltim pada Jumat (21/11/2025) menghadirkan momentum penting untuk menegaskan pemerataan pendidikan inklusif di daerah. Puluhan anak berkebutuhan khusus hadir bersama orang tua dan guru pendamping, menjadikan acara ini ruang refleksi sekaligus advokasi bagi layanan pendidikan yang setara.

Kepala Bidang Pengembangan Perpustakaan dan Pembudayaan Kegemaran Membaca Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kaltim, Hana Iriana, menekankan bahwa literasi bukan sekadar kemampuan membaca dan menulis. Ia menyampaikan bahwa literasi juga mencakup kemampuan memahami realitas sosial, menerima keberagaman, serta memastikan peluang setara bagi seluruh pelajar tanpa kecuali.

Menurut Hana, penyelenggaraan pendidikan inklusif menuntut sistem yang adaptif. Lingkungan sekolah, keluarga, hingga masyarakat memiliki peran penting dalam membantu anak berkebutuhan khusus berkembang sesuai potensi masing-masing. Ia turut memberikan apresiasi kepada para penulis dan pemateri yang telah menyajikan gagasan serta pengalaman mereka melalui buku dan media digital. Karya-karya tersebut, lanjutnya, memberikan kontribusi nyata sebagai rujukan bagi pendidik sekaligus inspirasi bagi orang tua.

Keynote speech disampaikan oleh Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian. Dalam pemaparannya, Hetifah menegaskan bahwa pendidikan inklusif merupakan hak konstitusional seluruh warga negara. Ia menambahkan bahwa revisi Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional tengah disusun dan mencakup satu bab khusus tentang pendidikan inklusif, yang dirancang untuk memperkuat penegakan hak serta menghapus hambatan partisipasi siswa berkebutuhan khusus.

Selain rangkaian pentas seni dan diskusi buku, acara ini membuka ruang dialog terbuka antara pembuat kebijakan, guru pendamping, orang tua, dan masyarakat. Dinas Perpustakaan Kaltim berharap kegiatan serupa dapat terus digelar secara konsisten untuk memperluas kesadaran publik mengenai pentingnya inklusivitas dalam dunia pendidikan.(ADV/DISKOMINFO KALTIM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.