Perpustakaan Kaltim Bertransformasi Jadi Ruang Penggerak Ekonomi Warga

oleh -254 views
Anita Natalia Krisnawati

SAMARINDA, DIMENSINEWS – Upaya mengubah perpustakaan menjadi pusat pemberdayaan masyarakat semakin ditegaskan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kalimantan Timur melalui program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS). Program ini didorong agar perpustakaan tidak lagi dipahami sebagai tempat membaca semata, tetapi menjadi ruang pelatihan keterampilan yang bisa meningkatkan ekonomi warga.

“TPBIS bukan hanya program, tetapi gerakan bersama agar perpustakaan bisa menjadi ruang yang menggerakkan masyarakat untuk berkembang, berkarya, dan berdaya,” kata Pelaksana tugas Kepala DPK Kaltim Anita Natalia Krisnawati di Samarinda, Jumat (21/11/2025).

Anita menjelaskan bahwa transformasi ini menuntut perubahan paradigma besar-besaran. Perpustakaan diharapkan tidak lagi sekadar menampung koleksi buku atau menjadi lokasi peminjaman literatur, melainkan ruang yang memungkinkan masyarakat belajar keterampilan baru, berkolaborasi, dan memperluas jaringan yang bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari.

Ia menambahkan bahwa layanan perpustakaan kini diarahkan menjadi fasilitas publik yang terbuka bagi siapa pun, dengan fungsi sebagai ruang kreatif yang nyaman bagi anak-anak hingga orang dewasa. Arah baru ini diyakini mampu menjawab kebutuhan masyarakat di era ekonomi berbasis kreativitas dan pengetahuan.

“Perpustakaan diproyeksikan mampu bertindak sebagai fasilitator yang menyediakan ruang belajar sepanjang hayat bagi siapa saja yang ingin meningkatkan kualitas hidupnya,” ungkap Anita dalam penjelasan lebih lanjut mengenai tujuan strategis lembaganya.

Komitmen tersebut terlihat dari keterlibatan luas berbagai komunitas literasi dan kelompok masyarakat dalam kegiatan TPBIS tahun ini. Tercatat 90 peserta hadir, mulai dari Relawan Literasi Masyarakat (Relima), pegiat Taman Baca Masyarakat (TBM), hingga anggota Jaring Penulis Kaltim. Mereka merumuskan langkah bersama untuk memperkuat peran perpustakaan dalam inklusi sosial.

“Keterlibatan beragam elemen masyarakat ini membuktikan bahwa gerakan literasi di Benua Etam telah meluas menjadi gerakan pemberdayaan yang komprehensif,” lanjut Anita, menegaskan bahwa perpustakaan kini menjadi pusat gerakan sosial yang lebih luas.

Dari sisi kebijakan, perwakilan Bappenas RI Affan Saffana menilai transformasi perpustakaan memiliki peran penting bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia. Ia menekankan perlunya dukungan pendanaan yang tidak hanya bertumpu pada pemerintah.

“Sumber pendanaan inovatif dan variatif seperti Dana Desa, Corporate Social Responsibility (CSR), hingga skema hibah perlu dioptimalkan untuk mendukung operasional transformasi perpustakaan,” kata Affan sembari mendorong sinergi multipihak.

DPK Kaltim melalui Bidang Pengembangan Perpustakaan dan Pembudayaan Kegemaran Membaca (P3KM) mencatat peningkatan signifikan jaringan perpustakaan mitra sepanjang 2025. Saat ini terdapat 186 perpustakaan mitra TPBIS dan 19 Taman Baca Masyarakat yang tersebar di seluruh kabupaten/kota di Kaltim dan siap memfasilitasi kebutuhan belajar masyarakat.(ADV/DISKOMINFO KALTIM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.