DPTPH Kaltim Pacu Penguatan Hortikultura, Siapkan Hilirisasi Pisang Tahun 2030

oleh -221 views
Kosasih

SAMARINDA, DIMENSINEWS – Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTPH) Provinsi Kalimantan Timur menargetkan penguatan sektor hortikultura, khususnya komoditas pisang, sebagai salah satu langkah strategis menuju hilirisasi pada 2030.

Kabid Hortikultura DPTPH Kaltim, Kosasih, menjelaskan bahwa dalam lima tahun ke depan fokus pemerintah masih berada pada penguatan budidaya karena hulu produksi dinilai belum optimal.

“Target pengembangan pisang di Kaltim idealnya mencapai 12 ribu hektare dalam lima tahun ke depan,” ujarnya saat diwawancarai awak media di Samarinda, belum lama ini.

Jika target tersebut terpenuhi, pembangunan pabrik pengolahan pisang dinilai sangat memungkinkan. Ia mengungkapkan bahwa sejumlah investor besar sebelumnya telah melirik potensi pisang Kaltim, termasuk perusahaan internasional seperti Nestle yang sempat menjajaki peluang pembangunan pabrik tepung pisang untuk produk makanan bayi.

Namun, rencana investasi itu terkendala kualitas air baku yang digunakan dalam proses pencucian bahan. Kosasih menjelaskan bahwa kandungan asam tinggi pada sejumlah sumber air di Kaltim—dipengaruhi unsur Fe (besi), Al (aluminium), dan sulfur—memengaruhi warna tepung pisang yang dihasilkan.

Tepung berkualitas baik umumnya berwarna putih, sedangkan air dengan kandungan besi tinggi membuat tepung berubah kekuningan atau kemerahan sehingga tidak memenuhi standar industri.

“Perusahaan tidak mungkin menanggung biaya tambahan untuk proses penyulingan air. Mereka membutuhkan sumber air baku dengan kualitas mendekati standar PDAM atau air pegunungan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa Kaltim sebenarnya memiliki beberapa sumber air berkualitas baik, misalnya di wilayah, Kutai Timur, meski pengembangan kawasan tersebut terbentur kepemilikan lahan masyarakat.

Terkait potensi investasi, Kosasih menyebut bahwa penjajakan terakhir dilakukan pada 2023 di kawasan Kaliurang. Lokasi perkebunan pisang dan potensi pasokan telah ditunjukkan kepada calon investor, dan peluang kerja sama masih terbuka jika pemerintah daerah mampu memperkuat sisi hulu dan memastikan ketersediaan air baku berkualitas.

“Kuncinya ada pada pemerintah provinsi. Harapan kita, proses hilirisasi ini bisa mendapat dukungan penuh agar petani tidak lagi kesulitan menjual hasil panennya,” katanya.(ADV/DISKOMINFO KALTIM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.