Marbot Hindu Tenggarong Ikuti Perjalanan Rohani ke India Lewat Program Gratispol Pemprov Kaltim

oleh -247 views

TENGGARONG, DIMENSINEWS – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur kembali memberangkatkan penjaga rumah ibadah lintas agama melalui Program Gratispol, sebuah inisiatif yang difokuskan pada pemberdayaan dan penghargaan marbot dari berbagai keyakinan. Salah satu peserta tahun ini adalah Ida Bagus Nyoman Giri, Pengurus Pure Prayoga Agung Kutai di Tenggarong, yang terpilih mengikuti perjalanan rohani ke India.

Giri mengaku tidak menyangka ketika menerima informasi tersebut. Rutinitasnya selama ini lebih banyak dihabiskan untuk mengurus kegiatan di pura, memastikan pelaksanaan upacara, serta menjaga ketenangan umat dalam beribadah.

“Program ini membawa kebahagiaan besar bagi kami. Tidak hanya untuk saya, tapi untuk seluruh umat Hindu di Tenggarong,” kata Giri.

Rombongan peserta umat Hindu, sebanyak sekitar 18 orang dari sejumlah daerah di Kaltim—Tenggarong, Samarinda, Balikpapan, Paser, hingga Bontang—memulai perjalanan pada 13 September. Mereka berangkat dari Jakarta, transit di Kuala Lumpur, lalu melanjutkan penerbangan hingga tiba di New Delhi. Seluruh pembiayaan ditanggung pemerintah, kecuali biaya keberangkatan dari rumah menuju bandara.

“Kami benar-benar merasa dihargai. Semua fasilitas, pendampingan, dan kebutuhan selama perjalanan disiapkan. Itu membuat kami merasa aman dan diperhatikan,” ujarnya.

Setibanya di New Delhi, dua pendamping lokal turut memastikan rombongan terkoordinasi dan merasa nyaman selama kegiatan berlangsung.

Selama berada di India, mereka mengunjungi sejumlah kuil bersejarah dan situs-situs suci yang selama ini hanya dikenal melalui kisah para tetua atau literatur keagamaan. Bagi Giri, setiap perjalanan membuka cara pandang baru tentang akar keyakinan umat Hindu.

“Kami tidak hanya berjalan-jalan. Setiap tempat yang kami datangi seperti menghidupkan kembali sejarah yang selama ini hanya kami bayangkan. Rasanya seperti pulang ke akar keyakinan sendiri,” tuturnya.

Giri menilai program ini tidak sekadar memberi kesempatan untuk melihat langsung pusat peradaban Hindu, tetapi juga menegaskan komitmen pemerintah terhadap keberagaman di Kalimantan Timur. Ia menyebut keberangkatan marbot lintas agama ke luar negeri sebagai bentuk penghargaan yang nyata.

“Kami sangat bersyukur. Tidak semua orang mendapat kesempatan seperti ini,” ucapnya.

Ia berharap program tersebut terus berlanjut dan jumlah peserta dari setiap pengurus dapat ditingkatkan.

“Kalau bisa bukan satu orang saja. Dua atau tiga sangat berarti. Supaya pengalaman ini tidak berhenti di kami saja,” katanya.

Saat kembali ke Tanah Air, Giri merasa membawa sesuatu yang lebih penting daripada sekadar dokumentasi perjalanan. Baginya, pengalaman tersebut menjadi pengingat bahwa toleransi di Kaltim tumbuh dari langkah-langkah kecil, termasuk peran para marbot yang bekerja dalam senyap namun memiliki kontribusi besar bagi kerukunan.

Melalui program ini, Giri melihat harapan bahwa keberagaman dapat terus menjadi kekuatan pemersatu, sekaligus membuka ruang yang lebih luas bagi setiap pemeluk agama untuk merasakan penghargaan yang setara.(ADV/DISKOMINFO KALTIM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.