Marbot Masjid Agung Tenggarong Dapat Kesempatan Umrah Gratis Lewat Program Gratispol Kaltim

oleh -188 views

TENGGARONG, DIMENSINEWS – Program Gratispol Umrah Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur kembali memberikan kesempatan bagi marbot dan tokoh agama untuk menunaikan ibadah ke Tanah Suci tanpa biaya. Salah satu penerima manfaat adalah Aji Akhmad Sajali, marbot Masjid Agung Sultan Sulaiman Tenggarong yang telah mengabdi lebih dari tiga dekade.

Sajali, kini berusia 57 tahun, mengaku tak pernah membayangkan bisa menatap Ka’bah langsung. Pendapatannya sebagai teknisi servis elektronik rumahan sekaligus marbot membuat keinginan itu terasa mustahil.

“Di benak saya itu hampir tidak ada lah, ibaratnya niat berangkat umrah itu hampir enggak ada,” katanya.

Awal 2025 menjadi titik balik ketika staf KUA Tenggarong mendata petugas masjid yang paling lama mengabdi. Namanya langsung disebut sebagai marbot paling senior. Saat itu ia belum mengetahui tujuan pendataan tersebut, hingga beberapa hari kemudian diminta mengurus dokumen keberangkatan.

“Waktu itu saya tanya, ini program apa? Belum ada yang tahu. Baru setelah dihubungi lagi mengurus surat-suratnya, barulah paham kalau ini untuk program umrah,” ujarnya.

Program itu adalah Gratispol Umrah, kebijakan Pemprov Kaltim yang memberangkatkan marbot, guru agama, dan tokoh keagamaan ke Arab Saudi. Saat namanya dikonfirmasi, Sajali mengaku sangat terharu.

“Artinya kehadiran Allah melalui program beliau inilah kami merasakan ibadah umrah. Syukur sekali, Masya Allah,” tuturnya.

Sajali ikut dalam rombongan gelombang pertama melalui Harzat Travel, biro perjalanan yang ditunjuk pemerintah. Persyaratan keberangkatan diproses tanpa kendala.

“Alhamdulillah semuanya dimudahkan. Tidak ada yang rumit. Dari SK sampai berkas-berkas lain semua dibantu,” katanya.

Rombongan berangkat dari Tenggarong menuju Balikpapan, kemudian terbang ke Jakarta sebelum melanjutkan perjalanan ke Arab Saudi. Momen pendaratan di Jeddah menjadi pengalaman yang paling membekas bagi Sajali.

“Hati itu langsung bergetar. Senang sekali. Tidak bisa tergambarkan,” ucapnya mengenang.

Selama lebih dari 30 tahun, Sajali telah menjadi marbot sejak Masjid Agung Sultan Sulaiman diresmikan pada 1992. Di sela tugasnya, ia sempat bekerja sebagai teknisi elektronik sebelum akhirnya memilih fokus penuh menjaga masjid.

“Umur sudah 57 tahun. Kerjaan servis saya hentikan, jadi saya fokus mengurus masjid,” ungkapnya.

Di Tanah Suci, Sajali bertemu jamaah dari berbagai daerah. Banyak dari mereka heran mendengar bahwa pemerintah daerah memberangkatkan marbot secara gratis.

“Ini satu-satunya di Indonesia, kata mereka. Pemerintah Kalimantan Timur mengadakan umrah gratis untuk marbot. Mereka sampai kagum,” ujarnya.

Sajali berharap program ini terus dilanjutkan oleh pemimpin Kaltim berikutnya.

“Program ini bagus sekali. Harapan saya semoga berlanjut. Kalau gubernur berikutnya bisa melanjutkan, tentu kami semua sangat mendukung,” kata Sajali.

Bagi dirinya, perjalanan ini bukan sekadar keberangkatan ibadah, melainkan bentuk penghargaan atas puluhan tahun pengabdian menjaga rumah ibadah.

“Alhamdulillah, saya bersyukur. Tidak pernah menyangka bisa berangkat. Masya Allah, ini pengalaman terbesar dalam hidup saya,” tutupnya.(ADV/DISKOMINFO KALTIM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.