Bantuan Gratispol Ubah Jalan Hidup Mahmud, Mahasiswa Berau yang Nyaris Batal Kuliah

oleh -175 views
Mahmud Najmi

SAMARIND, DIMENSINEWS – Program Gratis Pendidikan Berkelanjutan (Gratispol) kembali menunjukkan dampak nyata bagi generasi muda Kalimantan Timur. Kisah Mahmud Najmi, mahasiswa semester 1 UINSI Samarinda asal Berau, menjadi gambaran bagaimana akses pendidikan tinggi semakin terbuka ketika pemerintah hadir dan berpihak pada masyarakat kurang mampu.

Mahmud tumbuh di Berau, jauh dari pusat pendidikan tinggi Kaltim. Kondisi ekonomi keluarga membuat impian melanjutkan pendidikan di Samarinda terasa jauh dari jangkauan. Bahkan, keluarganya sempat menyarankan agar ia tetap kuliah di daerah karena tidak mampu menanggung biaya hidup dan perkuliahan. Harapannya berubah ketika ia mengetahui keberadaan Program Gratispol dari pihak sekolah.

“Awal saya tahu Gratispol itu adanya info dari sekolah,” ujarnya.A

Sebelum menerima bantuan, Mahmud dibebani UKT sebesar Rp4 juta per semester—jumlah yang jika dihitung hingga akhir masa studi bisa mencapai lebih dari Rp26 juta. Bagi keluarganya, angka tersebut menjadi hambatan besar untuk mewujudkan cita-citanya.

“Jumlah UKT saya awalnya itu 4 juta, jumlah yang sangat besar bagi saya dan keluarga,” tuturnya.

Dengan hadirnya Gratispol, seluruh biaya UKT Mahmud kini ditanggung pemerintah. Beban besar yang sebelumnya menghalangi langkahnya pun lenyap. Ia dapat berkuliah di Samarinda, kampus yang telah lama ia impikan.

“Saya merasa terbantu sekali dengan adanya Program Gratispol ini. Karena keterbatasan ekonomi keluarga, saya hampir batal berkuliah,” ujarnya.

Mahmud juga menilai proses pendaftaran program ini tidak rumit. Semua tahapannya dapat ia jalani tanpa biaya tambahan.

“Menurut saya proses untuk Program Gratispol ini sangat mudah, tidak menambah banyak biaya,” katanya.

Kini, setelah mendapatkan kembali kesempatan yang hampir hilang, Mahmud mulai menata arah hidupnya. Ia berharap suatu hari dapat berkontribusi di bidang pengembangan sumber daya manusia dan membantu mahasiswa kurang mampu seperti dirinya.

Rasa terima kasih juga ia sampaikan kepada pemerintah daerah yang telah menghadirkan program pendidikan gratis tersebut.

“Teruntuk Pak Gubernur dan Pak Wakil Gubernur, saya merasa berterima kasih sebesar-besarnya kepada Pak Gubernur dan Wakil Gubernur. Terima kasih, Pak,” ungkapnya.

Bagi Mahmud, Gratispol bukan sekadar bantuan pendidikan, melainkan titik balik yang membuka jalan bagi masa depan baru. Dari pemuda yang hampir mengurungkan niat melanjutkan kuliah, kini ia tumbuh menjadi bagian dari generasi muda Kaltim yang siap melangkah lebih jauh.(ADV/DISKOMINFO KALTIM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.