Disbun Kaltim Lakukan Pengendalian Intensif Cegah Penyebaran Jamur Akar Putih di Kutai Barat

oleh -225 views

SENDAWAR, DIMENSINEWS – Ancaman penyakit Jamur Akar Putih (JAP) yang terus meningkat di sentra-sentra karet Kutai Barat mendorong UPTD Pengembangan Perlindungan Tanaman Perkebunan (P2TP) Disbun Kaltim melakukan pengendalian intensif selama tiga hari, pada 19–21 November 2025. Kegiatan ini dilakukan di Kecamatan Sekolaq Darat dan Kecamatan Linggang Bigung sebagai langkah strategis untuk memutus rantai infeksi penyakit akar paling merusak pada tanaman karet.

Program pengendalian JAP menjadi bagian dari mitigasi Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) yang dijalankan Brigade Proteksi Tanaman Provinsi Kaltim bersama petugas OPT daerah. Tim melakukan identifikasi lapangan, memeriksa tingkat keparahan serangan, hingga menangani langsung tanaman terdampak di kebun milik petani.

Di lapangan, tingkat serangan bervariasi dari ringan hingga berat, terlihat dari daun menguning, layu, dan gugur sebelum waktunya, serta ditemukannya rizomorf atau benang jamur putih yang kuat menempel pada akar. Kepala UPTD P2TP Disbun Kaltim, Ruspiansyah, menjelaskan bahwa JAP atau Rigidoporus lignosus merupakan penyakit yang sangat destruktif dan dapat menurunkan produksi lateks secara signifikan jika tidak segera dikendalikan.

“Serangan JAP yang dibiarkan dapat membunuh tanaman dalam waktu singkat. Pengendalian harus dilakukan secara tepat, terintegrasi, dan melibatkan seluruh komponen, mulai petani hingga petugas lapangan,” ujar Ruspiansyah.

Ia menambahkan bahwa penyebaran penyakit dapat berlangsung cepat antar-pohon melalui kontak akar, sehingga sumber inokulum harus segera diputus. Penanganan kuratif dilakukan dengan membuka area perakaran, membersihkan rizomorf, mengerok bagian akar yang terinfeksi, dan menerapkan fungisida atau agens hayati Trichoderma spp. Pada infeksi berat di atas 50 persen, tanaman harus ditebang dan tunggul dibongkar untuk mencegah sumber infeksi baru.

Upaya preventif diterapkan di area belum terserang melalui pembersihan tunggul dan sisa kayu, penggunaan Trichoderma spp. pada lubang tanam, serta rekomendasi penanaman tanaman penutup tanah seperti Pueraria javanica. Petugas juga menganjurkan penanaman Sansevieria sebagai tanaman antagonis alami yang dapat menekan perkembangan jamur patogen tanah.

Selain tindakan teknis, pengendalian juga disertai edukasi kepada petani terkait identifikasi dini, sanitasi kebun, dan aplikasi agens hayati yang benar. Pelatihan ini menjadi ruang diskusi antara petani dan petugas mengenai tantangan di lapangan serta pentingnya monitoring rutin agar gejala awal JAP cepat terdeteksi.

Pelaksanaan pengendalian di dua kecamatan berjalan lancar dengan dukungan petugas kabupaten/kota dan Brigade Proteksi Provinsi. Disbun Kaltim merekomendasikan pemeriksaan berkala setiap tiga bulan dan evaluasi berkelanjutan untuk memastikan efektivitas tindakan pengendalian.

UPTD P2TP menegaskan komitmennya menyediakan pendampingan teknis, pelatihan, dan agens hayati bagi petani Kutai Barat. Menurut Ruspiansyah, kolaborasi antara pemerintah, petani, dan petugas lapangan menjadi fondasi utama menjaga produktivitas karet daerah dari ancaman penyakit akar.

“Kami berharap para petani semakin sadar pentingnya sanitasi kebun dan pengawasan berkala. Penanganan dini adalah pertahanan terbaik untuk mencegah kerugian besar,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, Disbun Kaltim menunjukkan upaya nyata dalam melindungi komoditas perkebunan strategis melalui pengendalian OPT yang terarah, preventif, dan berkelanjutan.(ADV/DISKOMINFO KALTIM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.