Disbun Kaltim Gelar TOT SKE-MK untuk Perkuat Kompetensi Penyuluh dan Kelembagaan Petani Sawit

oleh -164 views

– Upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia perkebunan kembali dilakukan Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Timur melalui Training of Trainers (TOT) Sistem Kerja Efektif – Manajemen Kelompok (SKE-MK) yang berlangsung di UPTD BPPSDMP, Senin (24/11/2025). Pelatihan ini menjadi momentum penguatan kapasitas penyuluh dalam mendampingi petani sekaligus mendorong kelembagaan sawit yang lebih profesional di Kabupaten Paser.

Dalam laporan kegiatan, Penyuluh Pertanian Ahli Muda, Dessy Susanti, menjelaskan bahwa TOT SKE-MK dirancang untuk meningkatkan kemampuan penyuluh dalam pembinaan melalui pendekatan yang mendorong perubahan pola pikir dan sikap. Tujuannya, penyuluh mampu lebih adaptif dalam mengembangkan usaha tani berbasis korporasi. Ia juga menekankan pentingnya pelatihan ini untuk menumbuhkan kebersamaan serta menyatukan visi kelembagaan petani sawit agar mampu menciptakan peluang usaha bersama dan memperkuat orientasi pasar.

Kegiatan resmi dibuka oleh Plt. Kepala Dinas Perkebunan yang diwakili Plt. Kepala Bidang Pengembangan Komoditi, Asmirilda. Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa pembangunan perkebunan rakyat di Kaltim terus menunjukkan tren positif. “Saat ini, luas tanaman perkebunan di Kaltim mencapai 1.523.956 hektare, dengan kelapa sawit mendominasi lebih dari 1,3 juta hektare dan menghasilkan 21 juta ton produksi. Angka ini membanggakan, tetapi keberlanjutan hanya bisa terjaga dengan SDM yang kompeten,” tegasnya.

Asmirilda juga mengungkapkan bahwa program pelatihan seperti TOT telah berjalan sejak 2015 dan telah melahirkan 181 fasilitator daerah. Namun, angka tersebut masih jauh dari kebutuhan 1.424 penyuluh yang tersebar di seluruh Kalimantan Timur. Ia menilai pelatihan ini menjadi bagian penting dalam upaya penyatuan visi kelembagaan petani, penguatan kebersamaan, serta peningkatan kapasitas kelembagaan menuju usaha yang produktif dan berorientasi pasar.

Pada kesempatan itu, ia menegaskan pentingnya penyuluh yang memiliki kemampuan manajerial dan profesional dalam pemberdayaan petani. “Pembinaan yang optimal akan meningkatkan mutu, hasil, dan produktivitas perkebunan rakyat. Di sinilah peran penyuluh dan kelembagaan petani menjadi kunci,” pungkasnya.

Melalui pelatihan ini, Disbun Kaltim berharap lahirnya penyuluh yang lebih adaptif, terampil, dan mampu mendorong petani memperkuat kelembagaan menuju model korporasi serta kemitraan perkebunan yang berkelanjutan.(ADV/DISKOMINFO KALTIM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.