Emak-Emak Kampung Merasa Dilatih Bikin Batik Motif Cokelat, Plus Sulam Sashiko Jepang!

oleh -333 views
PELATIHAN Membatik di Kampung Merasa. foto dok Yuli Batik Ulin

KELAY, DIMENSINEWS – Suasana di Kampung Merasa, Kecamatan Kelay, Kabupaten Berau, pada awal November 2025 lalu mendadak jadi lebih berwarna, bukan sedang ada festival, melainkan ibu-ibu setempat lagi asyik “nyanting” dalam pelatihan membatik yang super seru.

Sebanyak 28 peserta dari Kampung Merasa ikut ambil bagian dalam pelatihan membatik ini selama tiga hari, yang didanai melalui Alokasi Dana Kampung (ADK). Tujuannya jelas: mengasah skill baru yang bisa mendongkrak ekonomi lokal

DENGAN Bangganya,emak emak usai pelatihan memperlihatkan hasil karyanya. foto dok Yuli Batik Ulin

Menguasai Batik Tulis dan Cap, Sampai Sulam Sashiko
Pelatihan ini dipandu langsung oleh ahlinya, Yuli Eka Sari, pemilik Rumah Batik Ulin yang sudah sangat dikenal di Kabupaten Berau. Yuli tidak hanya fokus pada batik. Selain mengajarkan teknik membatik cap dan membatik tulis, Yuli juga berbagi ilmu tentang kerajinan tangan lain yang tak kalah keren: Teknik Sulam Sashiko dari Jepang!

Teknik sulam Sashiko adalah sulam tradisional yang menggunakan jahitan jelujur sederhana untuk menambal, memperkuat, dan memperindah pakaian, biasanya menggunakan benang putih pada kain berwarna indigo. Keterampilan ini tentu akan sangat berguna untuk mempercantik hasil karya batik mereka, ataupun busana polos.

Nah, yang bikin pelatihan ini spesial adalah motif yang diangkat. Yuli sengaja mengajak peserta menggali kekayaan lokal, yaitu motif cokelat (buah kakao) yang memang jadi komoditas unggulan di Kampung Merasa.

“Kita punya sumber daya alam melimpah, khususnya kakao yang bernilai tinggi. Kenapa tidak kita abadikan di atas kain? Ini akan jadi trade mark kita sendiri!” ujar salah satu peserta dengan semangat.

Kepala Kampung Merasa,Julita, mengungkapkan kegembiraannya melihat antusiasme warganya. “Kami ingin kemampuan warga meningkat, punya industri rumahan (UMKM) batik sendiri dengan kekhasan Merasa. Respons ibu-ibu sangat tinggi, mereka yang paling semangat!” ungkap Julita. Ia berharap batik motif kakao ini bisa menjadi ikon dan menambah sumber penghasilan bagi para wanita di kampungnya.

Yuli Eka Sari: Siap Balik Lagi, Gratis!

Pelatihan ini memang sudah selesai, tapi semangatnya jangan sampai pudar. Yuli Eka Sari, sang pembatik, ternyata punya niat mulia. Ia berjanji akan kembali lagi ke Kampung Merasa untuk memberikan pelatihan lanjutan secara sukarela.

“Saya ingin melihat hasil karya mereka dan memastikan proses belajar membatik dan kerajinan ini tidak terhenti. Saya ingin mereka benar-benar punya kemampuan ini,” kata Yuli. Sebuah komitmen yang patut diacungi jempol, demi memastikan home industry batik Merasa bisa segera terwujud.

Kini, selain dikenal sebagai penghasil kakao berkualitas, Kampung Merasa siap-siap dikenal sebagai sentra batik dengan motif cokelat yang unik dan khas, diperkaya dengan keterampilan sulam Sashiko. Semoga langkah kecil ini bisa membawa dampak besar bagi kemajuan ekonomi dan kekhasan budaya di Merasa!

(adv/kom25/hel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.