Kaltim Optimalkan 14 Ribu Hektare Lahan Rawa untuk Perkuat Ketahanan Pangan pada 2025

oleh -291 views
Noryani Sorayalita

SAMARINDA, DIMENSINEWS – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mulai mengoptimalkan sedikitnya 14 ribu hektare lahan rawa produktif pada 2025 sebagai bagian dari program Jospol yang digagas Gubernur Rudy Mas’ud dan Wakil Gubernur Seno Aji. Langkah ini menjadi strategi kunci memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong hilirisasi pertanian berbasis teknologi modern.

Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTPH) Kaltim, Siti Farisyah Yana, menyebut optimalisasi lahan (Oplah) dirancang untuk meningkatkan kapasitas produksi pangan daerah. “Inisiatif ini menunjukkan kesiapan Kaltim berperan sebagai salah satu pusat produksi pangan nasional,” ujarnya, Selasa (25/11/2025).

Program Oplah akan dilaksanakan di sejumlah wilayah prioritas: Penajam Paser Utara 5.896 hektare, Paser 3.150 hektare, Kutai Kartanegara 2.392 hektare, Kutai Timur 1.200 hektare, Berau 895 hektare, dan Samarinda 440 hektare. Mayoritas lahan merupakan rawa pasang surut dan rawa lebak yang selama ini tidak memungkinkan tanam dua kali setahun. Melalui teknologi pertanian modern dan pendampingan teknis, lahan tersebut ditargetkan dapat berproduksi lebih intensif.

Setiap lokasi yang ditetapkan dalam program harus memenuhi sejumlah kriteria, di antaranya bebas konflik, tidak berada dalam kawasan lindung, serta memiliki ketersediaan sumber air memadai. Untuk memastikan implementasi optimal, pemerintah menurunkan 70 Brigade Pangan sebagai pendamping lapangan.

“Petani yang terlibat merupakan anggota kelompok tani aktif dan mengikuti seluruh arahan teknis mulai dari persiapan lahan hingga pengelolaan budidaya,” kata Siti Farisyah.

Program tahun ini merupakan perluasan dari pelaksanaan 2024 yang dimulai di Penajam Paser Utara. Sepanjang 2025, wilayah pelaksanaan menjangkau Samarinda, Kutai Timur, Kutai Kartanegara, Paser, dan Berau, dengan target penambahan cakupan pada tahun berikutnya.

“Tahun depan ini harapan kita bisa bertambah, Pak Gubernur mendorong secepatnya merealisasikan swasembada pangan,” ujarnya.

Siti Farisyah menegaskan bahwa pemerintah menargetkan peningkatan produksi tidak hanya dari sisi kuantitas tetapi juga keberlanjutan pengelolaan lahan. Program Oplah disebut sejalan dengan upaya memperkuat cadangan pangan nasional di luar Pulau Jawa.

Selain memperbesar kapasitas produksi pangan, program Jospol di sektor pertanian juga diarahkan memperkuat hilirisasi melalui pemanfaatan hasil panen untuk industri pengolahan yang mampu menciptakan nilai tambah dan membuka peluang ekonomi baru.

“Optimalisasi lahan rawa produktif ini juga langkah penting yang memperkuat ketahanan pangan lokal sekaligus mendukung strategi nasional dalam memperkuat cadangan pangan di luar Pulau Jawa,” pungkasnya.(ADV/DISKOMINFO KALTIM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.