Seminar Resilience Parenting: Angkat Kualitas Pengasuhan Berbasis Hak Anak

oleh -1,014 views
PEMBUKAAN Seminar Puspaga Resilience Parenting pada Rabu (26/11/2025). Mengambil tema "Memperkuat Pengasuhan Berbasis Pemenuhan Hak Anak sebagai Upaya Peningkatan Kualitas Keluarga,". foto dok Dimensinews.id

TANJUNG REDEB, DIMENSINEWS — Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKBP3) Kabupaten Berau menyelenggarakan Seminar Puspaga Resilience Parenting pada Rabu (26/11/2025). Mengambil tema “Memperkuat Pengasuhan Berbasis Pemenuhan Hak Anak sebagai Upaya Peningkatan Kualitas Keluarga,” kegiatan ini menjadi langkah proaktif pemerintah daerah untuk meningkatkan ketangguhan keluarga dan perlindungan anak.

Acara yang dilaksanakan di Ruang Rapat RPJPD Bapelitbang Lantai 2 ini melibatkan 100 peserta, terdiri dari tenaga pendidik Kelompok Bermain (KB), PAUD, Taman Kanak-Kanak (TK), Aktivis Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM), hingga Relawan SAPA 129.

Dalam sambutannya, Sekretaris DPPKBP3 Berau, Halijah Yasin, menyampaikan bahwa seminar ini bertujuan meningkatkan kesadaran orang tua, pendidik, dan masyarakat dalam memperkuat ketangguhan (resiliensi) keluarga.

“Resiliensi keluarga adalah kemampuan untuk beradaptasi dengan baik dalam menghadapi berbagai tekanan, baik saat ini maupun di masa mendatang. Oleh karena itu, orang tua wajib menstimulasi keterampilan anak sejak dini melalui pengasuhan yang berorientasi pada pemenuhan hak anak,” jelas Halijah.

Komitmen Pemda dan Peningkatan KLA
Staf Ahli Bidang Pemerintahan Politik Hukum dan Kesejahteraan Rakyat, Warji, yang mewakili Bupati Berau Sri Juniarsih Mas, menekankan pentingnya perlindungan anak sebagai tanggung jawab bersama, mengingat anak-anak Berau adalah generasi masa depan yang diharapkan mampu mengelola potensi daerah.

Warji memaparkan komitmen kuat Pemerintah Kabupaten Berau dalam perlindungan anak, yang telah diwujudkan melalui penerbitan Peraturan Bupati Nomor 81 Tahun 2019 dan pembentukan Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) berdasarkan Keputusan Bupati Nomor 431 Tahun 2021.

Ia juga menyoroti peningkatan status Kabupaten Layak Anak (KLA) Berau. “Setelah tujuh tahun berada di tingkat Pratama, status KLA Berau saat ini sudah berada di tingkat Madya. Ini menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemenuhan hak anak dan penciptaan lingkungan yang kondusif bagi tumbuh kembang mereka,” ujar Warji.

Strategi Praktis dari Psikolog
Seminar ini menghadirkan narasumber dari Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi) Kalimantan Timur, Ayunda Ramadhani. Ayunda memaparkan materi mendalam mengenai konsep resiliensi, pengasuhan berbasis hak anak, serta strategi praktis membangun hubungan positif antara orang tua dan anak.

Acara berlangsung interaktif dengan format ceramah, sesi tanya jawab, serta sesi roleplay yang memberikan pengalaman langsung bagi peserta dalam mengimplementasikan prinsip pengasuhan resilien dalam keseharian.

Melalui seminar ini, DPPKBP3 Berau berharap dapat meningkatkan kualitas pengasuhan dan perlindungan anak secara menyeluruh di seluruh wilayah Kabupaten Berau.

(adv/pem25*/wnf/hel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.