Internet Gratis Kaltim Dikeluhkan Lemot, Diskominfo Janji Evaluasi Provider di Awal Tahun

oleh -199 views
Muhammad Faisal

SAMARINDA, DIMENSINEWS – Implementasi program Internet Gratis (gratispol) di Kalimantan Timur (Kaltim) menuai kritik dari warga yang merasakan jaringan internet sering lamban.

Menanggapi keluhan ini, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltim, Muhammad Faisal, meminta pengertian masyarakat di tengah upaya percepatan proyek infrastruktur ini.

Faisal menjelaskan bahwa proyek penyediaan internet di 841 desa ini dikejar dengan waktu pengerjaan yang sangat singkat, yakni kurang dari delapan bulan. Tantangan ini, menurutnya, wajar menimbulkan kendala teknis.

“Banyak hal yang membuat lemot, bisa memang dari pusat, mungkin juga bandwidth-nya yang rendah, atau mungkin ada gangguan,” ujar Faisal di Samarinda, Kamis (27/11/2025).

Ia menggunakan perbandingan sederhana untuk meminta pemakluman. ”Sama seperti listrik atau air, dalam 30 hari, sehari saja rusak, ributnya sedunia, padahal 29 hari dia enak. Jadi, harap dimaklumi,” tambahnya.

Progres Pemasangan Jaringan Mencapai 734 Desa
Muhammad Faisal menegaskan bahwa tim Diskominfo terus bekerja keras untuk mencapai target 841 desa secepatnya.

Data terbaru menunjukkan progres pencapaian program telah menyentuh angka 87 persen, dengan total 734 desa telah berhasil terpasang jaringannya.

Proyek ini dinilai sulit karena rata-rata pengerjaan mencapai empat desa per hari tanpa hari libur.

Total target terdapat 841 desa, sedangkan total yang terpasang yakni sebanyak 734 desa. Adapun progres secara persentase berkisar 87 persen.

Beberapa kabupaten telah hampir tuntas, seperti Kutai Kartanegara (187 dari 193 desa) dan Kutai Timur (135 dari 139 desa).

Menariknya, Faisal menyebut 107 desa sisanya (on progress) merupakan wilayah yang paling sulit dijangkau. Desa-desa ini tidak memiliki akses listrik, jauh, dan tidak terjangkau oleh fiber optik (EPO).

“Memang yang terakhir ini agak lambat karena tinggal yang sulit-sulit, nih. Yang enggak ada listrik, yang jauh, yang enggak kejangkau dengan EPO (fiber optik), mau enggak mau pakai Starlink,” ungkapnya.

Untuk menjangkau blank spot ini, teknologi satelit milik Elon Musk, Starlink, digunakan oleh beberapa provider di Kaltim, di antaranya Telkomsat (78 Desa) dan Bestcamp (69 Desa).

Provider lain yang terlibat dalam program ini termasuk Telkom (WMS), Telkomsel (Indihome & Orbit), Icon+, dan Comtelindo.

Untuk memastikan kualitas layanan, Diskominfo Kaltim berkomitmen tidak akan tinggal diam terhadap keluhan jaringan lemot. Faisal berjanji akan melakukan evaluasi menyeluruh pada awal tahun depan.

“Yang jelas, kami jalan dulu tahun ini sesuai target. Januari kita akan evaluasi, mana masalah-masalah kita perbaiki. Kalau perlu provider-nya kita ganti, kan selesai. Kalau enggak dicoba, ya enggak tahu, dong,” tegasnya.(ADV/DISKOMINFO KALTIM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.