Naik Kelas, Produk Ikan Kaleng SMKN 3 Berau Jalani Uji Mutu Bersama UGM

oleh -252 views
INISIATIF ini bertujuan utama untuk meningkatkan nilai tambah produk ikan olahan lokal dan membuka peluang usaha baru bagi masyarakat pesisir, khususnya di Kecamatan Pulau Derawan. foto dok Diskan Berau

TANJUNG REDEB, DIMENSINEWS – Program pengalengan ikan yang diinisiasi oleh SMK Negeri 3 Tanjung Batu bersama Dinas Perikanan Berau dan berbagai pihak, kini memasuki tahapan krusial untuk meningkatkan kualitas dan legalitas produk. Sebanyak tujuh varian olahan ikan kaleng khas Berau baru saja menjalani serangkaian uji mutu dan ketahanan panas oleh tim ahli dari Universitas Gadjah Mada (UGM), sebagai syarat pengajuan izin edar ke BPOM.

Inisiatif ini bertujuan utama untuk meningkatkan nilai tambah produk ikan olahan lokal dan membuka peluang usaha baru bagi masyarakat pesisir, khususnya di Kecamatan Pulau Derawan.

Uji Ketahanan Panas dan Higienis

Menurut keterangan Plt Kadis Perikanan Maulidiyah melalui Kabid Penguatan dan Daya Saing Produk Perikanan Dinas Perikanan Berau, Dewi Rosita, SMK 3 Tanjung Batu, yang didukung hibah mesin pengalengan dari Pemkab Berau, telah menjalankan program pengalengan ikan selama beberapa tahun. Upaya peningkatan kualitas kini difokuskan pada aspek higienis dan keamanan pangan.

Pada Senin pekan lalu (24–28 November 2025), tim UGM dari Departemen Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian melakukan uji ketahanan panas (F0) secara intensif.

“Uji F0 dan uji mikrobiologi ini adalah syarat utama untuk pengajuan Program Manajemen Risiko (PMR) ke BPOM,” jelas Dewi Rosita. “Kesimpulan sementara hasil simulasi data uji F0 sudah baik setelah dilakukan beberapa kalibrasi pada mesin autoklaf.”
Selanjutnya, akan dilakukan uji mikrobiologi di laboratorium UGM menggunakan 15 sampel kaleng untuk setiap produk. Laporan akhir dari kedua pengujian (F0 dan mikrobiologi) sesuai standar keamanan pangan diharapkan dapat disampaikan sekitar 30 hari ke depan.


Tujuh Varian Produk Diuji

Uji F0 melibatkan kolaborasi tim yang solid, terdiri dari tiga orang penguji UGM, 11 teknisi dari Dinas Perikanan, dan 18 orang dari SMK Negeri 3 Tanjung Batu (6 guru dan 12 siswa).
Tujuh produk yang diuji bukan hanya berasal dari SMK, tetapi juga melibatkan Kelompok PKK setempat, menunjukkan kemitraan yang luas:
1. Skip Jack in Oil atau ikan Cakalang dalam minyak (SMKN 3 Berau)
2. Tuna Suwir Sambal Hijau (PKK Kecamatan Pulau Derawan)
3. Tuna Pedas (PKK Kampung Tanjung Batu)
4. Mercon Balelo (PKK Kampung Pulau Derawan)
5. Sate Goreng Kerang (PKK Kampung Kasai)
6. Ikan Asap Kare (PKK Teluk Semanting)
7. Bandeng Mercon (PKK Pegat Betumbuk)

Setelah mendapatkan lampu hijau dari uji mutu dan lolos BPOM, produk ikan kaleng ini baru dapat didistribusikan ke pasar, dengan syarat menempuh masa karantina minimal 14 hari pasca-produksi.

(adv/kom25/hel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.