Pemprov Kaltim Selamatkan Populasi Pesut yang Kian Menyusut Lewat Kolaborasi Lintas Sektor

oleh -181 views
Joko Istanto

SAMARINDA, DIMENSINEWS – Upaya menjaga kelestarian pesut di Kalimantan Timur kembali mendapat sorotan setelah populasi mamalia air langka itu diperkirakan hanya tersisa sekitar 60 ekor.

Kepala Dinas Kehutanan Kaltim, Joko Istanto, menegaskan bahwa perlindungan spesies ini tidak bisa dilakukan oleh satu lembaga saja.

“Penanganan harus melibatkan berbagai level pemerintahan karena wilayah hidup dan sumber gangguan pesut tersebar di beberapa titik berbeda,” ujar Joko di Samarinda.

Ia menjelaskan bahwa kewenangan pengelolaan pesut kini berada pada Kementerian Kelautan, sehingga koordinasi intensif dengan pemerintah pusat menjadi keharusan.

Selain itu, Kementerian Lingkungan Hidup serta pemerintah kabupaten juga berperan dalam pengawasan serta pengendalian potensi ancaman terhadap habitat pesut. Kondisi geografis dan aktivitas manusia yang saling berkaitan membuat penanganan tidak bisa dipisahkan dari pendekatan multisektor.

Joko menekankan pentingnya kehati-hatian dalam menilai penyebab gangguan terhadap satwa tersebut. Setiap dugaan, baik yang berkaitan dengan jaring, limbah, maupun aktivitas transportasi air, harus diuji secara cermat.

Ia mengingatkan bahwa kesimpulan prematur dapat menimbulkan kesalahan kebijakan, sehingga identifikasi harus dilakukan berdasarkan bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Jika ditemukan indikasi bahwa kegiatan seperti perpindahan muatan kapal berpengaruh pada habitat pesut, maka seluruh aspek perizinan perlu ditelusuri,” sambungnya.

Penentuan pihak yang bertanggung jawab, kata dia, juga harus disesuaikan dengan pembagian kewenangan antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten.

Menurut Joko, langkah ini penting untuk memastikan bahwa setiap temuan dapat ditindaklanjuti secara tepat.

Ia menambahkan bahwa setiap kali pemerintah pusat melakukan kunjungan atau investigasi di daerah, pemerintah provinsi selalu dilibatkan.

Hal ini menunjukkan bahwa penanganan konservasi pesut telah menjadi perhatian bersama yang menuntut kerja kolektif dan konsisten.

“Semoga kolaborasi lintas sektor itu dapat memperkuat perlindungan salah satu aset alam paling berharga di Kalimantan Timur,” tukansnya.(ADV/DISKOMINFO KALTIM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.