DKP Kaltim Siapkan Patin dan Haruan untuk Penuhi Kebutuhan Program Makan Bergizi Gratis

oleh -375 views
Irhan Hukmaidy

SAMARINDA, DIMENSINEWS – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kalimantan Timur menegaskan kesiapan dua komoditas perikanan air tawar—ikan patin dan haruan—sebagai penopang kebutuhan protein hewani dalam program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG). Upaya ini juga sekaligus memperkuat ekonomi lokal dan mendukung inovasi sektor perikanan melalui program JosPol Pemprov Kaltim.

Kepala DKP Kaltim, Irhan Humaydi, mengatakan bahwa kedua jenis ikan tersebut dipilih karena karakter budidayanya cocok dengan kondisi perairan di Kaltim. Patin dinilai ideal dikembangkan di daerah sungai besar seperti wilayah Sebakung, sementara haruan lebih sesuai untuk kawasan rawa dan perairan darat.

“Patin ini sudah terbukti produktif di beberapa sentra budidaya, makanya kita dorong lebih luas. Haruan juga punya peluang besar, hanya perlu penyesuaian lokasi dan teknik budidayanya,” ujar Irhan.

Ia menambahkan bahwa penguatan kampung-kampung budidaya yang sudah ada menjadi langkah penting agar pasokan ikan bagi program MBG tetap terjaga secara berkelanjutan. Sentra produksi tersebut diharapkan mampu menjadi fondasi distribusi bahan pangan berbasis ikan.

“Kami memastikan daerah penghasilnya siap. Kalau suplai dari hulu kuat, program seperti MBG bisa berjalan lancar karena pasokannya terjaga,” katanya menegaskan.

Meski tak terlibat langsung dalam penyaluran bahan pangan, DKP disebut tetap memegang peran penting melalui pengawasan, pendampingan, dan sertifikasi mutu demi memastikan produk perikanan yang dikonsumsi masyarakat memenuhi standar.

“Tugas kami memastikan bahwa ikan yang diproduksi dan dipasarkan aman, segar, dan memenuhi standar. Itu bagian dari dukungan sektor perikanan untuk program nasional,” tegasnya.

Selain meningkatkan kapasitas produksi, DKP juga mendorong pengelolaan perikanan berkelanjutan melalui penerapan prinsip ekonomi biru. Upaya ini mencakup pengawasan penangkapan ikan, penerapan praktik budidaya ramah lingkungan, hingga penyediaan alat tangkap yang tidak merusak ekosistem.

“Sektor perikanan air tawar ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan program MBG sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat,” tandasnya.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan program nasional yang mulai berjalan pada 2025 dan menargetkan pemenuhan kebutuhan gizi anak sekolah serta kelompok rentan di seluruh Indonesia. Dalam pelaksanaannya, pemerintah daerah didorong untuk mengoptimalkan produk lokal, termasuk hasil perikanan air tawar, guna memperkuat rantai pasok pangan sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat pembudidaya.(ADV/DISKOMINFO KALTIM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.