Insentif Jospol Ringankan Beban Guru Honorer, Fitriana Merasa Lebih Dihargai

oleh -1,608 views
Fitriana saat mengajar.

SAMARINDA, DIMENSINEWS – Program Jaring Pengaman Sosial (Jospol) Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur membawa harapan baru bagi tenaga pendidik non-ASN. Salah satunya dirasakan Fitriana (23), guru honorer Bahasa Inggris di SDN 008 Samarinda Ilir, yang kini mendapat sedikit keringanan dari beban ekonominya berkat bantuan tersebut.

Selama lebih dari dua tahun mengajar, Fitriana tetap setia pada profesinya meski pendapatan yang diterima jauh dari kata layak. Karena itu, kehadiran insentif melalui program Jospol menjadi angin segar bagi dirinya dan para guru honorer lainnya.

“Untuk program Jospol Insentif Guru ini dari saya itu sangat membantu, terlebih untuk para guru honorer di Samarinda. Perasaannya tentu sangat senang, bahagia sekali karena insentif ini sebagai bentuk nyata pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terhadap pengabdian kami,” ujarnya, Minggu (30/11/2025).

Fitriana menjelaskan bahwa di sekolahnya, penerima bantuan ditentukan berdasarkan kelengkapan administrasi, terutama kepemilikan Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK). Persyaratan itu menjadi dasar pendataan penerima insentif.

“Untuk di sekolah saya sendiri, penerimaan bantuan Jospol ini yang terdata sudah punya NUPTK,” jelasnya. Ia kemudian menambahkan bahwa penerbitan NUPTK memerlukan sejumlah dokumen yang harus dipenuhi guru honorer. “NUPTK itu sendiri diterbitkan oleh kementerian dan untuk penerbitannya itu ada beberapa berkas yang harus disiapkan,” tambahnya menerangkan.

Berangkat dari Sepatin, Kabupaten Kutai Kartanegara, Fitriana mengaku bantuan tersebut bukan sekadar dukungan finansial. Lebih dari itu, ia merasa pemerintah mulai memberikan ruang pengakuan bagi para tenaga honorer yang selama ini bekerja dalam keterbatasan.

“Terima kasih banyak karena bantuan program Jospol ini sangat cukup membantu, terutama bagi kami yang sebelumnya cuma menerima honor kecil atau bahkan belum pernah menerima insentif dari pihak manapun,” tuturnya.

Bagi Fitriana, Jospol tidak hanya meringankan beban hidup, tetapi juga menjadi penegasan bahwa kerja keras guru honorer tetap diperhitungkan. Dukungan ini, katanya, membuatnya semakin mantap untuk terus mengabdikan diri di dunia pendidikan.(ADV/DISKOMINFO KALTIM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.