Atasi Tantangan, Lamlay Sari Kumpulkan Stakeholder untuk Susun Peta Jalan Kesehatan Berau

oleh -416 views
Kepala Dinas Kesehatan, Lamlay Sari, dalam pemaparan krusialnya saat membuka kegiatan Forum Grup Diskusi (FGD) di Hotel Mercure pada Rabu pagi (3/11/2025). foto Helda Mildiana Dimensinews.id

TANJUNG REDEB, DIMENSINEWS – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Berau secara terbuka mengungkapkan dua masalah mendasar yang menjadi tantangan utama dalam pembangunan sektor kesehatan daerah. Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan, Lamlay Sari, dalam pemaparan krusialnya saat membuka kegiatan Forum Grup Diskusi (FGD) di Hotel Mercure pada Rabu pagi (3/11/2025).

FGD ini merupakan langkah awal yang krusial dalam penyusunan Rencana Strategis (Renstra) Dinas Kesehatan periode 2025-2029. Acara ini melibatkan kolaborasi lintas sektor yang komprehensif, mengundang perwakilan dari instansi penting seperti Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan (Bapelitbang), Jajaran Camat dan Lurah, seluruh Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas), Tim Penggerak PKK, Forum Berau Sehat, dan kader Posyandu.

Lamlay Sari menegaskan bahwa Renstra 2025-2029 ini menjadi instrumen untuk menjabarkan Misi Prioritas Pemerintah Kabupaten Berau, yaitu mewujudkan SDM yang sehat, unggul, dan berdaya saing. Tantangan sektor kesehatan di Kabupaten Berau dikelompokkan menjadi dua permasalahan mendasar:

1. Tantangan pada Kualitas dan Jangkauan Layanan: Mencakup persoalan peningkatan mutu layanan kesehatan, pemerataan akses fasilitas, serta ketersediaan dan distribusi Sumber Daya Manusia Kesehatan, sarana, prasarana, dan alat kesehatan yang adil dan merata.

2. Tantangan pada Sistem Pendukung dan Tata Kelola: Berfokus pada perbaikan sistem manajemen, kebijakan daerah yang mendukung kesehatan, dan peningkatan kapasitas SDM kesehatan (kompetensi, skill, dan mindset) agar pelayanan berjalan efektif.

Masukan Konstruktif dari Peserta FGD
Dalam sesi diskusi, Dinkes Kabupaten Berau menampung banyak masukan yang bersifat konstruktif dari berbagai instansi terkait. Masukan-masukan ini diarahkan untuk memajukan dunia kesehatan di Kabupaten Berau dan akan menjadi bahan pertimbangan utama dalam penyusunan dokumen Renstra 2025-2029.

“Partisipasi aktif dari Bapelitbang, dinas instansi lainya, Camat, Lurah, Puskesmas, hingga kader Posyandu menunjukkan komitmen bersama untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” ujar Lamlay Sari.

Berbagai masukan yang disampaikan mencakup upaya-upaya strategis, seperti peningkatan peran Puskesmas sebagai garda terdepan, penguatan program promotif dan preventif di tingkat komunitas (melalui PKK dan Posyandu), serta pentingnya integrasi data kesehatan antar instansi. Masukan ini akan diolah menjadi program kerja operasional yang terukur dan berdampak nyata bagi seluruh masyarakat Berau.

Dengan sinergi antara tantangan yang teridentifikasi dan masukan solutif dari seluruh pemangku kepentingan, Pemerintah Kabupaten Berau optimis dapat mencapai visi daerah untuk mewujudkan SDM yang sehat, cerdas, unggul, dan berdaya saing.

(helda)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.