DP3A Kaltim Ajak Masyarakat Beraksi Nyata Lindungi Anak dan Perempuan

oleh -604 views
Noryani Sorayalita

SAMARINDA, DIMENSINEWS – Isu kekerasan di Kalimantan Timur telah menjadi sorotan serius yang membutuhkan perhatian dan tindakan kolektif dari seluruh lapisan masyarakat. Data yang dirilis oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kaltim menunjukkan peningkatan angka pelaporan yang signifikan, mencapai total 1.110 kasus kekerasan dengan 1.118 korban hingga akhir tahun 2025.

Peningkatan angka ini, meskipun mengkhawatirkan, patut diapresiasi sebagai indikasi positif dari meningkatnya kesadaran publik untuk berani speak up dan melaporkan tindak kekerasan.

“Kami memberikan apresiasi tinggi kepada masyarakat. Tingginya angka ini menunjukkan bahwa kesadaran publik untuk berani melapor sudah semakin kuat,” ujar Kepala DKP3A Kaltim, Noryani Sorayalita, pada Kamis (4/12/2025).

Data DP3A Kaltim menunjukkan bahwa korban anak-anak mendominasi hingga 61 persen dari total kasus yang dilaporkan. Lebih lanjut, terdapat pergeseran pola yang perlu diwaspadai, yakni kekerasan Fisik kini menduduki peringkat tertinggi. Diikuti oleh Kekerasan Seksual, dan terakhir Kekerasan Psikis.

Selain itu, tindak penelantaran anak juga ditegaskan sebagai bentuk kekerasan yang wajib mendapat perhatian serius dari seluruh elemen masyarakat.

Noryani menekankan bahwa kasus yang melibatkan anak bukanlah delik aduan, sehingga siapa pun yang mengetahui kekerasan wajib melaporkannya demi masa depan anak-anak Kaltim.

Menanggapi dinamika penanganan di lapangan, DP3A Kaltim menegaskan adanya sinergi yang optimal antara instansi pemerintah dan lembaga berbasis komunitas, seperti Tim Reaksi Cepat (TRC) PPA. DP3A menjalankan peran esensial dalam penanganan struktural dan jangka panjang, bekerja berdasarkan prosedur resmi untuk memastikan setiap penanganan memiliki landasan hukum dan administrasi yang kuat. Sementara itu, TRC PPA berfokus pada respon cepat di awal kejadian karena fleksibilitasnya sebagai lembaga masyarakat.

“Sinergi ini memastikan korban mendapat penanganan cepat di awal dan pemulihan menyeluruh untuk masa depannya,” kata Noryani.

Rehabilitasi psikologis yang terkoordinasi dengan sekolah dan layanan kesehatan. Fokus pada pemulihan menyeluruh dan perlindungan masa depan korban. DP3A Kaltim mengajak seluruh pihak, baik keluarga, tetangga, sekolah, dan komunitas, untuk meningkatkan kepedulian. Segera laporkan setiap indikasi kekerasan yang Anda ketahui.

“Dengan kesadaran dan sinergi yang kuat, kita bisa menciptakan Kalimantan Timur yang aman dan melindungi bagi perempuan dan anak,” tutupnya.(ADV/DISKOMINFO KALTIM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.