Hapus Stigma Negatif! Dinkes Kaltim Minta Dukungan Masyarakat untuk ODAF, Sebut Virus HIV Sulit Menular Lewat Kontak Sosial

oleh -184 views
Jaya Mualimin

SAMARINDA, DIMENSINEWS – Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim, Jaya Mualimin, menyerukan agar masyarakat menghilangkan stigma negatif terhadap Orang Dengan HIV/AIDS (ODAF). Dalam keterangannya saat memperingati Hari AIDS Sedunia di Kantor Gubernur, ia menekankan bahwa dukungan sosial dari masyarakat sangat krusial agar para penderita dapat hidup normal dan terdorong untuk berobat.

“Pesan dari Pak Gubernur memang para penderita masih ada. Dan perlu dukungan dari kita, termasuk menghilangkan stigma bahwa mereka telah diobati tentu bisa hidup secara normal,” kata Jaya Mualimin di Samarinda, Sabtu (6/12/2025).

Ia menepis anggapan bahwa HIV adalah penyakit kutukan atau penyakit yang tidak bisa disembuhkan. Menurutnya, begitu penderita positif HIV diobati dengan ARV secara teratur, virusnya akan menurun drastis (viral load), bahkan hingga tingkat tidak terdeteksi (dorman), sehingga tidak dapat menularkan kepada orang lain.

Jaya Mualimin juga mengedukasi masyarakat terkait penularan HIV. Ia menegaskan bahwa HIV adalah virus yang sulit menular.

“Beda dengan TBC, TBC kita batuk sedikit saja kena. Tapi kalau HIV, kita berangkulan, kita cium pipi kanan, pipi kiri, ini enggak masalah,” jelasnya.

Penularan hanya terjadi melalui produk darah, jarum suntik yang tidak steril, atau transfusi darah tanpa pemeriksaan. Mengenai kebijakan penanganan, Dinkes Kaltim fokus pada upaya peningkatan partisipasi masyarakat dalam penemuan kasus melalui skrining masif. Jika dahulu pemeriksaan harus bersifat sukarela mutlak, kini telah diperluas.

“Sekarang untuk ibu hamil ada pemeriksaannya. Untuk calon pengantin juga ada pemeriksaannya,” ungkapnya.

Pembukaan akses tes ini diyakini mampu menemukan penderita lebih cepat, sehingga pengobatan dapat segera diberikan untuk memutus rantai penularan. Selain itu, ia juga mengingatkan tentang pentingnya pemeriksaan HIV/Sifilis saat donor darah dan pemeriksaan rutin pada ibu hamil untuk mencegah penularan vertikal ke bayi.

“Ibu hamil yang diobati secara teratur memiliki virus yang tidak aktif sehingga bayinya tidak otomatis tertular,” tutupnya.(ADVDISKOMINFO KALTIM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.