Progres Jalan Poros Berau–Kutim Capai 80 Persen, Siap Sambut Libur Nataru

oleh -349 views
Wakil Bupati Berau, Gamalis, saat meninjau lokasi pada Rabu (17/12/2025), menekankan pentingnya jalan ini sebagai penghubung ekonomi dan sosial masyarakat. foto ist

TANJUNG REDEB, DIMENSINEWS– Progres pembangunan infrastruktur jalan poros yang menghubungkan Tanjung Redeb menuju wilayah pesisir selatan Berau dilaporkan telah mencapai lebih dari 80 persen dan ditargetkan rampung menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026.

Ruas jalan segmen Kampung Teluk Sumbang–Teluk Sulaiman menjadi fokus utama dalam proyek ini karena perannya yang strategis.
Wakil Bupati Berau, Gamalis, saat meninjau lokasi pada Rabu (17/12/2025), menekankan pentingnya jalan ini sebagai penghubung ekonomi dan sosial masyarakat. Menurutnya, jalur ini tidak hanya memperlancar akses ke wilayah pesisir, tetapi juga menjadi jalur alternatif yang dapat mempersingkat perjalanan menuju Samarinda.

“Ini jalan alternatif yang bisa mendorong percepatan roda ekonomi daerah,” ujar Gamalis.

Mendukung Pariwisata dan Distribusi Hasil Perkebunan

Gamalis menambahkan bahwa ruas jalan sepanjang 29 kilometer ini memiliki fungsi ganda, yaitu untuk mendukung sektor pariwisata dan mempermudah aktivitas distribusi hasil perkebunan.

Jalan ini akan vital untuk pengangkutan tandan buah segar (TBS) kelapa sawit menuju kilang di Kecamatan Batu Putih. Dengan progres yang signifikan, jalan ini juga dipersiapkan untuk menunjang kelancaran arus kunjungan selama libur Nataru.

Kepala Bidang Pembangunan Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau, Benny Sepriady Panjaitan, mengonfirmasi bahwa progres pengaspalan telah melampaui 80 persen.
“Ditargetkan rampung pada 26 Desember 2025. Dalam satu hari, pengaspalan dapat mencapai 500 meter agar ruas jalan bisa segera dilintasi saat libur Nataru,” jelas Benny.

Proyek ruas jalan ini telah dikerjakan sejak tahun 2019 dengan pendanaan gabungan, yaitu Bantuan Keuangan dari Pemprov Kaltim sebesar Rp20 miliar dan APBD Berau senilai Rp13 miliar.

Setelah tahap pengaspalan tuntas, proyek akan dilanjutkan dengan pelebaran jalan secara bertahap, menyesuaikan dengan kemampuan fiskal daerah.

DPUPR Berau juga mengingatkan seluruh pengguna jalan, terutama pengusaha angkutan, untuk mematuhi batas beban kendaraan maksimal. Batas yang ditetapkan adalah delapan ton per gandar atau total 45 ton, guna memastikan ketahanan dan usia pakai jalan dapat terjaga dengan baik.

(*/hel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.