Transformasi Pariwisata Berau Bertahap: Disbudpar Ungkap Tantangan Koordinasi dan Anggaran

oleh -77 views
Andi di lokasi wisata air panas Pemapak Biatan. foto ist

TANJUNG REDEB, DIMENSINEWS – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Berau mengakui bahwa pengembangan pariwisata daerah tersebut masih berada dalam tahap transformasi. Pernyataan ini disampaikan sebagai tanggapan resmi terhadap Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) kinerja atas pengelolaan pembangunan kepariwisataan tahun anggaran 2023 hingga semester I 2025 dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Provinsi Kalimantan Timur.

Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Wisata Disbudpar Berau, Syamsiah Nawir, yang diwakili oleh Staf Teknis Pengawas Kepariwisataan, Andi, menjelaskan bahwa proses pembenahan pariwisata tidak dapat dilakukan secara drastis.

Andi menekankan bahwa Disbudpar saat ini sedang gencar berusaha meningkatkan kinerja seiring dengan komitmen kepala daerah saat ini. “Masih berproses, bertransformasi di era Ibu Bupati yang sekarang. Komitmen beliau untuk betul-betul mendorong memajukan pariwisata itu semakin gencar,” ujar Andi.

Meskipun dalam tiga tahun terakhir Disbudpar berusaha berubah, Andi menambahkan bahwa proses transformasi ini harus dilakukan secara bertahap dan pelan-pelan, karena adanya faktor internal maupun eksternal yang menjadi kendala. Keterbatasan sumber daya dan tantangan koordinasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) disebut sebagai tantangan tersendiri.

Meski menghadapi kendala, Andi mengklaim hasil positif sudah mulai terlihat. Ia mencontohkan hasil pembangunan sarana dan prasarana (sarpras) destinasi unggulan.

“Sejak 2023, bidang destinasi betul-betul menjalankan program unggulan seperti pembangunan sarana-prasarana destinasi. Alhamdulillah sebenarnya hasilnya bisa dilihat, sedikit-sedikit, seperti Labuan Cermin semakin bagus, Air Panas tahap satu kemarin, lumayan,” tambahnya.

Walaupun masyarakat masih ada yang menilai kurang, Disbudpar menilai peningkatan ini dapat dilihat dari angka statistik. “Jika dilihat dari angka seperti kenaikan kunjungan, pendapatan distribusi, menunjukkan peningkatan yang signifikan. Kan naik semua tuh,” tegasnya.

Andi mengakui bahwa masih banyak kekurangan yang perlu dibenahi. Beberapa kendala spesifik yang disoroti meliputi: Fasilitas Umum: Kurangnya rambu-rambu penunjuk jalan menuju destinasi.

Transportasi masih menjadi masalah, baik dari ketersediaan speedboat, kendaraan umum pengantar pengunjung, maupun masalah harga transportasi.

Keterbatasan Anggaran: Jumlah destinasi wisata di Berau yang sangat banyak tidak sebanding dengan anggaran yang tersedia untuk membangun semua sarpras secara serentak.

Andi menjelaskan bahwa pembangunan sarpras pada satu lokasi wisata bahkan membutuhkan dua sampai tiga tahap pembangunan. Ia menduga, kendala-kendala inilah—baik masalah koordinasi lintas dinas maupun komunikasi dengan pemerintah kampung—yang menjadi temuan dalam hasil pemeriksaan BPK.

(ton/hel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.