Disorot Bupati, DPPKBP3A Berau Tingkatkan Publikasi Program Perlindungan Perempuan dan Anak

oleh -238 views
KADIS DPPKB3A Rabiatul Islamiyah. foto Toni Arman Dimensinews.id

TANJUNG REDEB, DIMENSINEWS – Tingginya angka kasus kekerasan dan pelecehan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Berau menjadi perhatian serius Pemerintah Daerah (Pemda) dan mendapatkan sorotan langsung dari Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas. Sorotan ini menuntut tindak lanjut melalui penguatan program perlindungan di daerah

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Keluarga Berencana, Perlindungan Perempuan dan Anak (DPPKBP3A) Berau, Rabiatul Islamiyah, menegaskan bahwa dinas telah menjalankan berbagai program sesuai arahan Pemda. Namun, Rabiatul mengakui bahwa sebagian besar kegiatan tersebut masih kurang terekspos ke publik.

“Sebenarnya apa yang disampaikan oleh Ibu Bupati itu sudah kami laksanakan. Cuma memang kurang terekspos,” ujar Rabiatul usai peringatan hari ibu baru baru ini.

PUSPAGA dan Edukasi di Lapangan

DPPKBP3A Berau secara rutin telah turun langsung ke lapangan melalui program Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA). Kegiatan sosialisasi dan edukasi dilakukan secara masif ke berbagai lapisan masyarakat, mulai dari satuan pendidikan (PAUD, TK, SD, SMP, SMA) hingga perguruan tinggi.

Materi yang diberikan meliputi pencegahan dan penanganan kekerasan, pelecehan, hingga perundungan (bullying).
Rabiatul melihat adanya dampak positif dari kegiatan ini: “Saat ini masyarakat banyak meminta kami turun langsung ke lapangan. Artinya, kesadaran masyarakat mulai tumbuh dan mereka sudah berani melaporkan apa yang dilihat maupun dialami, berarti dampaknya sudah terasa.”

📞 Optimalisasi Layanan dan Lintas Sektor

Untuk memperkuat penanganan, DPPKBP3A telah mengoptimalkan berbagai layanan dan program pendukung, di antaranya:

Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA) 129

Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM)

Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA)

Unit Pelaksana Teknis Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTPPA)

Seluruh program ini telah disosialisasikan kepada masyarakat di 13 kecamatan di Kabupaten Berau, memastikan masyarakat mengetahui alur pelaporan, baik sebagai saksi maupun korban.

Ke depan, Rabiatul menekankan akan terus memperkuat koordinasi lintas sektor dan meningkatkan publikasi kegiatan agar upaya perlindungan perempuan dan anak dapat diketahui secara luas serta mendapat dukungan penuh dari masyarakat.

(ton/hel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.