Ancaman Jembatan Bujangga: Retak Karena Kendaraan Besar, Menunggu Kajian BBPJN

oleh -293 views
SEBUAH truk melintas jembatan Bujangga. foto Toni Arman dimensinews.id

TANJUNG REDEB, DIMENSINEWS – Kondisi Jembatan Bujangga di ruas jalan nasional kian memprihatinkan setelah ditemukan adanya keretakan pada pondasi. Kerusakan ini diduga kuat dipicu oleh masih banyaknya kendaraan besar yang nekat melintas, meskipun seharusnya diarahkan melalui jalan alternatif, Jalan Sultan Agung.

Kerusakan Jembatan Bujangga disinyalir disebabkan oleh beban berlebih dari kendaraan besar yang lalu lalang tanpa pengawasan. Padahal, jalan alternatif, Jalan Sultan Agung, telah disiapkan untuk menampung kendaraan dengan muatan berat.

Lebih lanjut, hilangnya fungsi portal yang seharusnya menghalangi kendaraan besar untuk melintas dinilai menjadi salah satu penyebab utama berlanjutnya pelanggaran batas daya tahan jembatan.

Kewenangan Penanganan di Tangan Pusat
Kepala Bidang Preservasi Jalan dan Jembatan DPUPR Berau, Junaidi, menjelaskan bahwa penanganan Jembatan Bujangga sepenuhnya berada di bawah kewenangan pemerintah pusat, mengingat statusnya sebagai bagian dari jalan nasional.

“Jembatan Bujangga masuk dalam wilayah jalan nasional, sehingga penanganannya menjadi kewenangan pemerintah pusat melalui Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN),” ujar Junaidi.

BBPJN Berencana Turunkan Tim Kajian Teknis
Junaidi mengungkapkan bahwa pihak BBPJN telah merencanakan langkah tindak lanjut dengan menurunkan tim perencana untuk melakukan kajian teknis. Kajian ini sangat penting untuk menilai kondisi riil jembatan dan menentukan solusi perbaikan yang tepat, serta menjadi dasar dalam penganggaran ke depan.

“Kajian tersebut akan menjadi dasar dalam menentukan langkah perbaikan serta penganggaran ke depan. Informasinya, BBPJN akan menurunkan tim perencana untuk membuat kajian, setelah kajian selesai, baru bisa dianggarkan,” terangnya.
Namun, ia menambahkan bahwa pihak DPUPR Berau belum mendapatkan kepastian waktu kapan tim dari BBPJN akan mulai bekerja.
“Untuk waktunya penurunan tim dari BBPJN memang belum bisa dipastikan kapan,” jelasnya.

Meskipun demikian, Junaidi berharap agar langkah penanganan dapat segera dilakukan. Ia menegaskan bahwa usulan terkait perbaikan Jembatan Bujangga telah disampaikan kepada BBPJN.
“Semoga secepatnya tim dari BBPJN turun, kami sudah sampaikan usulan ini,” tutupnya.
Junaidi khawatir, jika tidak ada langkah cepat yang diambil, kerusakan pada jembatan akan semakin parah dan berpotensi menimbulkan bahaya serius bagi keselamatan pengguna jalan.

(ton/hel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.