Menuju Warisan Dunia: Geopark Sangkulirang-Mangkalihat, ‘Mesin Waktu’ Purba di Jantung Berau

oleh -357 views
KARS Sangkulirang - Mangkalihat. foto YKAN

BERAU, DIMENSINEWS — Kawasan Karst Sangkulirang-Mangkalihat bukan sekadar deretan tebing kapur biasa. Membentang seluas 1,8 juta hektare di wilayah Kutai Timur dan Berau, raksasa karst ini menyimpan rahasia peradaban manusia purba melalui lukisan tangan ribuan tahun di dinding-dinding guanya.

Kini, kawasan yang berfungsi vital sebagai tandon air raksasa dan pusat keanekaragaman hayati ini tengah dipersiapkan menuju panggung dunia sebagai Geopark Nasional dan UNESCO Global Geopark.

Langkah besar dimulai sejak 2019 melalui inventarisasi geologi oleh Pemprov Kaltim. Puncaknya, pada tahun 2024, Kementerian ESDM resmi menetapkan 26 situs warisan geologi (geosite) di kawasan ini. Menariknya, Kabupaten Berau mendominasi dengan 15 geosite, sementara Kutai Timur memiliki 11 geosite.

Menanggapi potensi besar tersebut, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Berau bergerak cepat. Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Muda Disbudpar Berau, Asri Taldo, mengungkapkan bahwa Pemkab Berau telah membentuk tim teknis khusus yang dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah.

“Langkah ini diambil sebagai percepatan dalam mengenalkan branding geopark yang masuk wilayah Berau. Kami melibatkan tim ahli dan OPD terkait agar pengembangannya berkelanjutan,” ujar Asri baru-baru ini.


Strategi Branding: Bergerak Sebelum Terlambat

Asri menegaskan bahwa Berau tidak ingin hanya sekadar menunggu instruksi dari tingkat provinsi. Ia ingin identitas Geopark Sangkulirang-Mangkalihat melekat kuat pada pariwisata Berau sejak dini.

“Kami berharap begitu statusnya naik, branding kita sudah luas. Jika hanya menunggu penetapan dari provinsi baru bergerak, kita akan tertinggal,” jelasnya.

Upaya visibilitas pun sudah dicicil sejak tahun 2025 melalui langkah-langkah taktis:

Identitas Visual: Penggunaan logo resmi geopark pada materi promosi.

Pusat Informasi: Pemasangan papan informasi edukatif di lokasi-lokasi strategis.

Edukasi Publik: Sosialisasi nilai sejarah dan ekologi kawasan kepada masyarakat.


Benteng Terakhir Melawan Eksploitasi

Selain urusan pariwisata, penetapan status Geopark ini merupakan upaya krusial untuk melindungi ekosistem karst dari ancaman eksploitasi sumber daya alam yang tidak terkendali. Dengan status ini, Sangkulirang-Mangkalihat akan dikelola dengan prinsip konservasi, edukasi, dan penumbuhan ekonomi lokal secara berdampingan.

Melalui sinergi antara sejarah purba dan pengelolaan modern, Geopark Sangkulirang-Mangkalihat diproyeksikan menjadi wajah baru pariwisata Kalimantan Timur yang tidak hanya menjual keindahan, tapi juga ilmu pengetahuan dan kelestarian alam.

(Ton/hel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.