Antisipasi Virus Nipah, Bandara Kalimarau Perkuat Skrining Penumpang

oleh -105 views
Bandara Kalimarau.

TANJUNG REDEB, DIMENSINEWS – Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas I Kalimarau memperketat pengawasan terhadap penumpang sebagai langkah kewaspadaan dini mencegah masuknya Virus Nipah ke Kabupaten Berau melalui jalur transportasi udara.

Langkah ini menindaklanjuti instruksi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang mewajibkan seluruh bandara di Indonesia melakukan skrining ketat sebagai benteng pertahanan pertama terhadap potensi penyebaran virus tersebut.

Kepala BLU UPBU Kelas I Kalimarau, Patah Atabri, melalui Kasubag TU dan Keuangan, Yudhy Anggara, menyatakan pihaknya telah menerima arahan dari pusat untuk berkoordinasi intensif dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP).

“Kami sudah mendapatkan warning dari kantor pusat terkait Virus Nipah. Meskipun kewenangan penanganan medis ada pada KKP, kami sebagai penyelenggara bandara berperan aktif dalam pengawasan sebagai kesadaran bersama,” ujar Yudhy.


Mekanisme Pengawasan Penumpang

Sebagai upaya pencegahan awal, jajaran personel Bandara Kalimarau diinstruksikan untuk lebih peka terhadap kondisi fisik calon penumpang. Jika ditemukan indikasi gangguan kesehatan yang mencurigakan, penumpang akan segera diarahkan ke petugas medis.

“Jika ada penumpang yang terindikasi sakit, langsung dilakukan skrining dan kami arahkan ke KKP untuk penanganan lebih lanjut,” jelasnya.

Yudhy menambahkan bahwa sejauh ini komunikasi dengan KKP berjalan sangat baik. Setiap informasi terkait perkembangan potensi penyakit menular, termasuk Virus Nipah, terus diperbarui melalui jalur komunikasi antar-stakeholder bandara.

Belum Masuk Status Darurat

Meski pengawasan ditingkatkan, Yudhy mengaku belum ada pemberlakuan pengetatan khusus atau pembatasan area bandara. Hal ini dikarenakan status dari Pemerintah Pusat sejauh ini belum menyatakan kondisi darurat.

“Saat ini statusnya masih observasi. Penanganan lebih lanjut tetap menunggu arahan teknis dari Kementerian Kesehatan. Jika ada indikasi potensi kasus, koordinasi langsung dilakukan dengan KKP,” terangnya.

Saat ini, KKP telah menyiagakan sekitar tiga petugas kesehatan setiap harinya di Bandara Kalimarau, yang terdiri dari tenaga medis dan administrasi. Tim ini difokuskan untuk memantau penumpang yang menunjukkan gejala sakit dan siap melakukan penanganan darurat jika ditemukan kasus potensial.

(ton/hel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.