Perkuat Karakter Siswa, IPPRISIA Kaltim Hadirkan Program SAPA di Sekolah Rakyat 57

oleh -31 views
Ketua IPPRISIA Kaltim, Marliana Wahyuningrum, menjelaskan bahwa SAPA hadir bukan untuk menggantikan peran guru, melainkan sebagai pendukung melalui pendampingan belajar, bimbingan tugas, serta motivasi dengan pendekatan ramah anak. foto IPPRISIA

SAMARINDA, DIMENSINEWS – Ikatan Penata Persona Indonesia (IPPRISIA) Kalimantan Timur resmi meluncurkan Program Sahabat Aksi Peduli Anak (SAPA) di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 57 Samarinda, Rabu (4/2/2026). Inisiatif ini bertujuan memperkuat pendidikan inklusif dan pembentukan karakter bagi siswa dari keluarga prasejahtera.

Ketua IPPRISIA Kaltim, Marliana Wahyuningrum, menjelaskan bahwa SAPA hadir bukan untuk menggantikan peran guru, melainkan sebagai pendukung melalui pendampingan belajar, bimbingan tugas, serta motivasi dengan pendekatan ramah anak.

Pendampingan Mental dan Kesadaran Diri

Dalam kunjungan yang berlangsung di aula SRT 57, Jalan Untung Suropati, IPPRISIA turut menghadirkan Master Trainer Endro S. Efendi. Ia menawarkan program penguatan mental dan resiliensi bagi seluruh elemen sekolah, mulai dari guru, wali asuh, hingga murid.

“Fokus kami adalah kesiapan mental pendidik dan kesadaran penuh dalam mendidik. Metode yang digunakan memadukan pelatihan dengan permainan edukatif agar proses belajar menjadi lebih bermakna dan menyenangkan,” ujar Endro.

Selain aspek psikologis, IPPRISIA juga menyiapkan pendampingan kewirausahaan. Pendamping UMKM IPPRISIA Kaltim, Taufiq, menyatakan kesiapannya memberikan pelatihan berkelanjutan untuk menumbuhkan jiwa mandiri bagi siswa maupun tenaga pendidik.

Langkah ini sejalan dengan visi Sekolah Rakyat sebagai program nasional Presiden Prabowo Subianto untuk memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan berkualitas bagi keluarga kategori miskin ekstrem (desil 1 dan 2).

Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari berbagai instansi. Kepala Bidang Perlindungan Anak DP2PA Kota Samarinda, Sahidin, dan Kepala UPTD PPA, Violeta, hadir untuk memastikan aspek perlindungan anak terpenuhi. Perwakilan Unit PPA Polresta Samarinda, Okky, juga menegaskan komitmennya dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman.

Kepala SRT 57 Samarinda, Pahrijal, S.Pd, menyambut hangat inisiatif ini. Ia berencana menindaklanjuti kunjungan tersebut ke dalam kerja sama program yang nyata.

“Kami akan menyinergikan inisiatif ini, terutama dalam penguatan kapasitas pendidik dan pembentukan kemandirian anak,” kata Pahrijal.


Sekilas SRT 57 Samarinda

Sekolah Rakyat Terintegrasi 57 Samarinda mulai beroperasi sejak September 2025 dan diresmikan secara nasional pada Januari 2026. Sekolah berasrama ini menyediakan fasilitas gratis—mulai dari tempat tinggal, konsumsi, hingga laptop—untuk memberikan standar pendidikan unggulan bagi masyarakat yang membutuhkan.

(esf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.