Suntikan Semangat untuk Pegat Bukur: Sekda Berau Resmikan Markas BUMK dan Jembatan Tani

oleh -51 views
Sekretaris Daerah (Sekda) Berau, Muhammad Said, meresmikan dua infrastruktur vital sekaligus, yakni Gedung Sekretariat Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) dan Jembatan Usaha Tani, Jumat (6/2/2026). foto Prokopim

SAMBALIUNG, DIMENSINEWS – Kampung Pegat Bukur kini memiliki amunisi baru untuk memperkuat ekonomi mandiri. Sekretaris Daerah (Sekda) Berau, Muhammad Said, meresmikan dua infrastruktur vital sekaligus, yakni Gedung Sekretariat Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) dan Jembatan Usaha Tani, Jumat (6/2/2026).

Langkah ini menjadi bukti nyata kolaborasi pemerintah daerah dan kampung dalam menjawab tantangan ekonomi, khususnya di sektor pertanian dan pemberdayaan usaha lokal.

Dalam sambutannya, Muhammad Said menekankan bahwa kehadiran Gedung Sekretariat BUMK bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan simbol profesionalisme pengelolaan ekonomi kampung. Ia berharap gedung ini menjadi pusat inovasi yang mampu menciptakan lapangan kerja baru bagi warga sekitar.

“BUMK harus bisa menjadi penggerak ekonomi yang transparan dan berkelanjutan. Tujuannya satu: memberikan kontribusi nyata bagi pendapatan kampung dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Said.

Jembatan Tani: Pangkas Biaya, Dongkrak Produksi

Selain sektor usaha, sektor pertanian di Pegat Bukur juga mendapat angin segar dengan diresmikannya Jembatan Usaha Tani. Infrastruktur ini dinilai sangat strategis untuk memutus rantai distribusi yang panjang dan mahal.

Dengan adanya akses jembatan yang layak, para petani diharapkan dapat mempercepat distribusi hasil panen ke pasar, menekan biaya produksi transportasi dan meningkatkan nilai ekonomi komoditas pertanian lokal.

Menjawab Tantangan Efisiensi Anggaran

Di tengah seremoni peresmian, Sekda Said juga menyelipkan pesan penting terkait kondisi keuangan daerah yang sedang menghadapi kebijakan efisiensi dari pemerintah pusat. Pemangkasan anggaran tersebut berdampak langsung pada alokasi dana kampung (ADK).

“Kondisi anggaran saat ini menuntut kita untuk lebih aktif, kreatif, dan inovatif. Masyarakat tidak boleh hanya menunggu, tapi harus terus meningkatkan kapasitas untuk mengelola potensi kampung agar berhasil guna,” tegasnya.

Mengakhiri arahannya, Muhammad Said berpesan agar fasilitas yang telah dibangun dengan dana rakyat ini dijaga dengan sebaik-baiknya. Ia meminta pengurus BUMK untuk terus belajar memperbaiki manajemen dan menjalin kemitraan dengan pihak luar.

“Kepada para petani, manfaatkan jembatan ini untuk menggenjot produktivitas. Mari kita buktikan bahwa dengan infrastruktur yang baik dan SDM yang inovatif, Pegat Bukur bisa jadi tulang punggung ekonomi baru di Sambaliung,” pungkasnya.

(pro/hel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.