Menuju UNESCO Global Geopark, Wisata Berau Jadi ‘Gateway Branding’ Sangkulirang-Mangkalihat

oleh -101 views
Sekretaris Daerah Berau, Muhammad Said

TANJUNG REDEB, DIMENSINEWS– Kawasan Geopark (Taman Bumi) Sangkulirang-Mangkalihat terus bersiap naik kelas menuju status nasional dan target ambisius sebagai UNESCO Global Geopark. Kawasan seluas 1,8 juta hektare yang membentang di Kabupaten Berau dan Kutai Timur ini diproyeksikan menjadi geopark pertama di Kalimantan Timur yang menyatukan konservasi alam, sejarah purba, dan pariwisata kelas dunia.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau kini tengah memfokuskan pengembangan pariwisata berbasis geosite (situs warisan geologi). Fokus utamanya adalah konservasi bentang alam karst serta pengembangan ekowisata yang melibatkan masyarakat lokal.


Sebaran Situs Warisan Geologi

Berdasarkan Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tahun 2024, telah ditetapkan 26 geosite yang menjadi fondasi utama warisan geologi di kawasan ini:

Kabupaten Berau: 15 situs (termasuk Labuan Cermin dan Goa Bloyot).

Kabupaten Kutai Timur: 11 situs.

Pemkab Berau memanfaatkan infrastruktur wisata yang sudah ada, seperti danau dua rasa Labuan Cermin dan situs prasejarah Goa Bloyot, sebagai pintu masuk utama (gateway branding) untuk memperkenalkan kemegahan Geopark Sangkulirang-Mangkalihat kepada dunia.

Dukungan Pemprov Kaltim

Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, dalam peluncuran awal geopark pada September 2025, menegaskan bahwa kawasan ini adalah aset kebanggaan nasional. Ia meminta seluruh pemangku kepentingan di Berau dan Kutai Timur untuk memiliki pemahaman dan kepedulian yang sama.

“Para pihak harus menjadi pelaku utama dalam pengembangan taman bumi ini. Kita harus menjaga kelestarian alam agar dapat memberikan kesejahteraan jangka panjang bagi masyarakat,” ujar Rudy.

Sekretaris Daerah (Sekda) Berau, Muhammad Said, yang juga menjabat Ketua Tim Teknis Geopark wilayah Berau, menekankan pentingnya sinergi antara dua kabupaten. Mengingat kawasan ini berada di dua yurisdiksi, kolaborasi menjadi kunci sukses penetapan status nasional.

“Tim ini gabungan dari Berau dan Kutim. Kami terus melaksanakan progres pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan. Saat ini, kami juga menunggu koordinasi lebih lanjut dari Pemerintah Provinsi terkait peluncuran resmi penetapan geopark di dua wilayah ini,” jelas Said, Sabtu (7/2/2026).

(ton/hel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.