Serap Aspirasi Warga, Musrenbang Teluk Bayur Hasilkan 525 Usulan Pembangunan

oleh -109 views
Musrenbang Sambaliung. foto Prokopim

TELUK BAYUR, DIMENSINEWS – Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Teluk Bayur tahun 2026 resmi menetapkan 525 usulan program untuk penyusunan RKPD 2027. Ratusan usulan yang berasal dari dua kelurahan dan empat kampung tersebut didominasi oleh rencana penguatan infrastruktur, pendidikan, hingga penataan kawasan wisata sejarah.

Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, yang hadir memimpin langsung jalannya musyawarah di Pendopo Kecamatan Teluk Bayur, Sabtu (7/2/2026), menegaskan bahwa setiap usulan akan dikawal agar pembangunan di wilayah perkotaan tersebut tepat sasaran dan berdampak luas.
Pemerataan Usulan di Tiap Wilayah

Camat Teluk Bayur, Edi Baskoro, merinci sebaran 525 aspirasi masyarakat yang masuk ke dalam sistem perencanaan tahun ini:

Kelurahan Rinding: 190 usulan (tertinggi)

Kelurahan Teluk Bayur: 131 usulan

Kampung Labanan Makmur: 99 usulan

Kampung Labanan Makarti: 41 usulan

Kampung Tumbit Melayu: 36 usulan

Kampung Labanan Jaya: 28 usulan

Sektor pendidikan menjadi salah satu poin krusial dalam daftar usulan tersebut. Pemerintah daerah merespons dengan rencana pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) di sejumlah sekolah, termasuk rehabilitasi ruang kelas di SDN 003 Teluk Bayur, SDN 001 Labanan Makmur, SMPN 1 Teluk Bayur, hingga SMPN 3 Tumbit Melayu.

Sementara untuk sektor infrastruktur, fokus diarahkan pada peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui:

Revitalisasi drainase dan saluran pembuangan di kawasan pemukiman Rinding dan Labanan Jaya guna mencegah banjir.

Normalisasi saluran air di berbagai kampung.

Pembangunan jalan usaha tani untuk mendukung mobilitas distribusi hasil pertanian warga.


Revitalisasi Ikon Wisata dan Ekonomi Lokal

Selain kebutuhan dasar, usulan masyarakat juga tajam pada pengembangan potensi lokal. Teluk Bayur direncanakan akan dipertegas identitasnya sebagai “Kota Tua” melalui pembangunan gapura kawasan, penataan situs sejarah, serta renovasi Museum Batu Bara.

Untuk mendukung pergerakan ekonomi, usulan juga mencakup penguatan sarana bagi UMKM dan sektor perikanan. Mulai dari pembangunan UMKM Center, fasilitas pendukung kerajinan batik dan produksi cokelat, hingga pengadaan mesin pengolahan ikan bagi nelayan lokal.

“Semua usulan ini merupakan potret kebutuhan masyarakat di lapangan. Kami berharap sinergi antara pemerintah daerah, kecamatan, hingga tingkat RT dapat mewujudkan kampung dan kelurahan yang mandiri,” pungkas Bupati Sri Juniarsih.

(pro/hel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.