Suara dari Segah: Dari Urusan Jalan “Lumpuh” Hingga Mimpi SMA Baru

oleh -91 views
Banjir usulan dari jajaran Kepala Kampung di Kecamatan Segah, diantaranya Kampung Long Ayan menjadi yang paling vokal dengan menyodorkan 114 usulan. foto Kominfo

SEGAH, DIMENSINEWS – Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di Kecamatan Segah tahun ini bukan sekadar agenda kumpul-kumpul formal. Bertempat di Lamin Adat Pelancau Apui, Kampung Tepian Buah, Senin (9/2/2026), pertemuan ini menjadi ajang “curhat” sekaligus penegasan prioritas: warga Segah butuh jalan yang layak dan akses pendidikan yang pasti.

Meski proyek semenisasi sudah mulai mencicil wajah jalanan Segah sejak 2025, pekerjaan rumah (PR) besar masih menumpuk. Camat Segah, Noor Alam, blak-blakan mengenai kondisi akses yang masih timpang.

Target utamanya jelas: menyambungkan konektivitas dari Kampung Tepian Buah hingga Labanan, serta menuntaskan jalur menuju Siduung Indah dan Long La’ai. Namun, kondisi paling kritis ada di jalur menuju Kampung Punan Segah.


“Jalan ke Punan Segah saat ini tidak bisa dilewati. Ini darurat, karena dampaknya merembet ke mana-mana. Pembangunan Puskesmas Pembantu (Pustu) di sana pun jadi tertunda karena material tidak bisa masuk,” tegas Noor Alam.


Banjir Usulan dari Kampung

Semangat warga untuk membangun terlihat dari “gunung” usulan yang masuk. Tercatat, Kampung Long Ayan menjadi yang paling vokal dengan menyodorkan 114 usulan. Sementara itu, total ada ratusan usulan lain dari 13 kampung di Segah yang mencakup kebutuhan air bersih, penanganan banjir, hingga pembangunan SMA Negeri 16 Segah.

Bupati: Perusahaan Jangan Jadi Penonton

Menanggapi banyaknya kebutuhan infrastruktur di tengah keterbatasan APBD, Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, memberikan pesan menohok bagi sektor swasta. Ia meminta perusahaan yang mengeruk hasil bumi di wilayah Segah untuk tidak tutup mata.

Optimalisasi CSR: Perusahaan wajib berkontribusi nyata memperbaiki jalan rusak di sekitar wilayah operasional mereka.

Dana Bagi Hasil (DBH) Sawit: Mendorong pemanfaatan dana ini untuk perbaikan infrastruktur yang menyentuh langsung hajat hidup orang banyak.

Mandiri Ekonomi: Bupati juga menantang 13 kampung di Segah untuk mulai menggali potensi ekonomi lokal selain sawit.

“Masih ada jalan berlubang dan kebutuhan mendesak lainnya. Kita harus paham anggaran pemerintah terbatas, di sinilah peran CSR perusahaan harus hadir untuk masyarakat,” ujar Bupati.


Menuju Segah yang Lebih Maju

Saat ini, peta kemajuan di Segah menunjukkan progres positif meski perlahan:

2 Kampung: Status Mandiri

4 Kampung: Status Maju

7 Kampung: Status Berkembang

Pemerintah Kabupaten Berau berharap, dengan tuntasnya gedung kantor kecamatan yang baru dan terealisasinya usulan-usulan prioritas tahun 2026, status “berkembang” bisa segera naik kelas menjadi “mandiri”.

(wnf/hel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.