Kader Kesehatan Berau Mulai Gunakan SITB untuk Percepat Deteksi TBC

oleh -157 views
Sosialisasi penggunaan aplikasi Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB) bagi kader kesehatan yang digelar di Kelurahan Karang Ambon, Selasa (10/2/2026). fotoProkopim Berau

TANJUNG REDEB, DIMENSINEWS – Penanggulangan penyakit Tuberkulosis (TBC) di Kabupaten Berau kini mulai mengandalkan integrasi data digital. Hal ini ditandai dengan sosialisasi penggunaan aplikasi Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB) bagi kader kesehatan yang digelar di Kelurahan Karang Ambon, Selasa (10/2/2026).

Ketua PPTI Kabupaten Berau, Sri Aslinda Gamalis, menjelaskan bahwa kegiatan yang melibatkan Dinas Kesehatan dan Tim Pembina Posyandu ini bertujuan untuk memperkuat akurasi data hasil skrining di lapangan. Melalui aplikasi SITB, pelaporan temuan kasus di masyarakat kini dapat dilakukan secara langsung dan real-time.

Digitalisasi Pelaporan di Tingkat Posyandu

Penerapan SITB menjadi langkah kunci bagi kader dalam melaporkan terduga penderita TBC secara efisien. Sri Aslinda menyebut, penguasaan teknologi ini penting agar kontribusi kader dalam mendeteksi gejala dini terekam dengan jelas dalam sistem kesehatan daerah.

“Kader diharapkan mampu melakukan pencatatan dan pelaporan langsung melalui aplikasi SITB. Langkah ini memastikan data yang masuk akurat, sehingga penanganan kasus bisa dilakukan lebih cepat oleh tenaga medis,” jelasnya.

Selain aspek digital, para kader juga dibekali kemampuan teknis untuk membedakan gejala TBC dengan penyakit pernapasan lainnya. Tenaga kesehatan dari Puskesmas Kampung Bugis dan Puskesmas Tanjung Redeb turut dilibatkan untuk memberikan pendampingan klinis.

Ada tiga peran utama yang ditekankan kepada para kader dalam sosialisasi ini, Identifikasi Terduga Kasus: Melakukan skrining mandiri sesuai standar kesehatan. Penyuluhan Masyarakat: Memberikan pemahaman pola hidup sehat secara masif. Mitigasi Stigma: Menghilangkan ketakutan masyarakat untuk memeriksakan diri.

Pemanfaatan teknologi informasi ini dipandang sebagai instrumen strategis bagi Dinas Kesehatan dalam memantau persebaran kasus dan mengambil keputusan medis yang tepat.

Upaya penguatan kapasitas kader ini menjadi bagian dari komitmen Kabupaten Berau dalam mendukung target nasional Program Eliminasi Tuberkulosis pada tahun 2030 mendatang.

(pro/hel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.