ADK Merosot Tajam, Bupati Berau Tantang Kepala Kampung di Gunung Tabur Berinovasi

oleh -129 views
Jajaran Kepala Kampung dan Lurah dalam musrenbang Gunung Tabur. Foto Kominfo Berau

GUNUNG TABUR, DIMENSINEWS – Tantangan berat membayangi pembangunan desa di Kabupaten Berau tahun ini. Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, mengungkapkan terjadinya penurunan drastis pada Alokasi Dana Kampung (ADK) akibat pemangkasan dana Transfer Keuangan Daerah (TKD) dari pemerintah pusat.

Dalam pembukaan Musrenbang Kecamatan Gunung Tabur, Kamis (12/02/2026), Bupati memaparkan data yang signifikan: ADK yang pada tahun 2025 mencapai Rp320 miliar, kini menyusut menjadi Rp145 miliar di tahun 2026.

Menyikapi pemangkasan anggaran lebih dari 50% tersebut, Bupati menekankan bahwa kreativitas dan inovasi bukan lagi pilihan, melainkan keharusan. Para Kepala Kampung (Kakam) dituntut lebih jeli menggali potensi lokal agar kesejahteraan masyarakat tetap terjaga di tengah keterbatasan fiskal.

“Kita tidak bisa lagi hanya menunggu anggaran. Perkuat kreativitas dan ciptakan inovasi terbaik untuk membangun kampung masing-masing. Fokuslah pada kemandirian,” tegas Bupati di hadapan para pemangku kepentingan.


Melati Jaya sebagai Role Model

Bupati menunjuk program penguatan SDM bagi 50 Kepala Keluarga di Kampung Melati Jaya sebagai proyek percontohan kemandirian. Program ini diharapkan menjadi inspirasi bagi kampung lain dalam menciptakan masyarakat yang berdaya saing meski sokongan dana pemerintah berkurang.

Saat ini, potret status kampung di Kecamatan Gunung Tabur terdiri dari:

2 Kampung Mandiri

5 Kampung Maju

3 Kampung Berkembang

Bupati menargetkan sinergi antara OPD, perangkat kampung, dan masyarakat dapat mendorong tiga kampung yang masih berstatus “berkembang” untuk segera naik kelas menjadi “maju” atau “mandiri”.

Optimalisasi Dana CSR Perusahaan

Sebagai solusi alternatif pendanaan pembangunan, Bupati mendorong pelibatan aktif sektor swasta melalui Corporate Social Responsibility (CSR). Beliau meminta agar mitra pembangunan dan perusahaan di wilayah Gunung Tabur menyelaraskan program bantuan mereka dengan agenda prioritas pemerintah daerah.

“Optimalkan dana CSR yang ada. Pastikan setiap rupiah dari perusahaan bermanfaat langsung bagi masyarakat kampung dan sejalan dengan visi pembangunan daerah,” pungkasnya.

Perbandingan Alokasi Dana Kampung (ADK):
Tahun Anggaran Total Alokasi Status
2025 Rp320 Miliar Normal
2026 Rp145 Miliar Efisiensi (TKD Turun)

(wnf/hel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.