Camat Pulau Derawan Layangkan 93 Usulan Pembangunan untuk 2027

oleh -209 views
Camat Pulau Derawan, Syamsuddin Amba Kadang, resmi menyerahkan 93 usulan pembangunan kepada Pemerintah Kabupaten Berau, Rabu (11/02/2026). foto Kominfo Berau

PULAU DERAWAN, DIMENSINEWS – Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kecamatan Pulau Derawan tahun 2026 menjadi panggung bagi aspirasi masyarakat pesisir. Dalam forum penyusunan RKPD tahun 2027 tersebut, Camat Pulau Derawan, Syamsuddin Amba Kadang, resmi menyerahkan 93 usulan pembangunan kepada Pemerintah Kabupaten Berau, Rabu (11/02/2026).Acara yang berlangsung dihadiri Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, Ketua DPRD Berau Dedy Okto Nooryanto dan jajaran Forkopimda.

Ke-93 usulan tersebut merupakan hasil penyaringan dari Musrenbang tingkat kampung yang digelar Januari lalu. Distribusi usulan mencakup:

Tanjung Batu: 38 usulan

Teluk Semanting: 18 usulan

Pegat Batumbuk: 15 usulan

Kasai: 13 usulan

Pulau Derawan: 8 usulan

Fokus pada Hilirisasi Perikanan dan Pariwisata

Syamsuddin menjelaskan bahwa mayoritas usulan tahun ini berfokus pada penguatan ekonomi lokal, khususnya sektor perikanan. Salah satu capaian yang ingin ditingkatkan adalah hilirisasi produk pengalengan ikan yang kini telah mengantongi izin BPOM.

“Kami bekerja sama dengan instansi terkait agar hasil perikanan kita tidak hanya dijual mentah, tapi bisa dikemas secara profesional. Dukungan infrastruktur sangat dibutuhkan untuk menunjang sektor ini dan pariwisata,” ujar Syamsuddin.


Krisis Air Bersih dan Infrastruktur Dasar

Meski dikenal sebagai destinasi internasional, Syamsuddin mengungkapkan fakta bahwa Pulau Derawan masih menghadapi kendala air bersih. Hingga kini, warga dan pelaku wisata masih bergantung pada sumur bor dan air hujan.

“Kebutuhan pipa sambungan PDAM adalah prioritas mendesak. Selain itu, kami juga mengusulkan perbaikan infrastruktur pemerintahan, seperti rumah dinas camat yang dibangun tahun 1990 dan kerap terendam banjir,” tambahnya.

Poin krusial lain yang disampaikan adalah perbaikan jalan poros sepanjang 40 kilometer menuju Tanah Kuning, Kalimantan Utara. Jalur ini dinilai strategis karena adanya proyek besar di wilayah tetangga.

“Jarak ke Tanjung Batu lebih dekat (40 km) dibanding ke Bulungan (96 km). Jika jalan ini mulus, ribuan karyawan di sana akan berbelanja ke Tanjung Batu, dan ini adalah peluang ekonomi besar bagi warga Berau,” tegasnya.

Menutup penyampaiannya, Syamsuddin menekankan pentingnya pembangunan rumah adat sebagai simbol jati diri tiga suku asli di Berau. Setelah adanya Lamin dan rumah adat Kesultanan, ia berharap satu rumah adat suku asli lainnya dapat direalisasikan pada tahun anggaran 2027 sebagai pelengkap destinasi wisata budaya.

(wnf/hel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.